LP2BN Gelar Kirab Agung Nusantara pada Hari Jadi Mojopahit ke-729

Mojokerto, www.beritamadani.co.idLembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) DPW JawaTimur, menggelar Kirab Agung Budaya Nusantara pada Hari Jadi Mojopahit yang ke-729, Sabtu (19/11/2022).

Ki Ageng Jontor Siswanto (Sekjend LP2BN) memimpin Bedhol  Kirab, didampingi, Pinisepuh putra wayah Mojopahit Gus Ayik dkk. Start dari Situs Sitihinggil menuju Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto dengan menempuh Jarak 5,3 km. Sepanjang jalan masyarakat Mojokerto berhenti total, turut memberi hormat kepada 700 peserta Bregada Kirab yang berjalan penuh khidmat. Mengusung Panji-panji Pataka Mojopahit dan Bendera Gulo Klopo (Bendera Merah Putih).

Suasana sakral terasa setelah Bregada Kirab memasuki Gerbang Pendopo Agung Wilwatikta, disambut para Brahmana dan Satria Utama Wilwatikta. Selanjutnya atur Panampi dipimpin Romo Pinandhito Lukmin, yang mempersilahkan Bregada masuk Pendopo Utama.

Selanjutnya serah terima Pusaka Suci, Panji-panji Pataka Mojopahit dan bendera kebangsaan Gulo Klopo (Merah Putih), berjalan dengan amat sangat sakral, diiringi Doa Puja Mantra seluruh penghuni Pendopo Wilwatikta.

Dalam sambutannya Ki Polo sebagai Ketua Panitia menyampaikan, “Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, acara ini terselenggara dengan baik atas dukungan semua pihak. Terimakasih Ketum LPPBN dan jajaran pengurus pusat, Ketua DPRD Jatim dan anggota, Wakil Bupati Mojokerto, Forkopimda Mojokerto, para Pinisepuh yang hadir dari berbagai wilayah se-Jatim, atas nama panitia penyelenggara kami haturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya untuk semuanya. Dan atas segala kekurangan kami mohon maaf”.

Menurut pantauan, Kirab ini pesertanya tidak kurang dari 700 orang, penonton di sepanjang jalan dan di lokasi finish ada ribuan orang. Acara kirab ini menjadi kebanggaan masyarakat Mojokerto & seluruh yang terlibat.

Kirab ini diikuti oleh DPC LP2BN Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Pasuruan, Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Blitar, perwakilan Madura, Lamongan, Ngawi, Madiun, Malang, Banyuwangi, Paguyuban Mojokerto, dan lain-lain.

Ki Aris Sugito selaku Ketum LP2BN menyatakan, “Kirab berjalan dengan lancar, upacara spiritual berjalan dengan khidmat, semua lancar dan sukses berkat dukungan dan kerukunan dari semua pihak. Kami hanya bisa menyampaikan selamat dan sukses. Terima kasih yang sebesar besarnya buat semuanya”

Kirab dalam rangka peringatan hari lahirnya Mojopahit yang ke-729 tahun ini serasa ada yang  istimewa karena sekaligus Penobatan Gelar Bapak Budaya Bangsa oleh LP2BN kepada Kusnadi, S.H., M.H., yang telah dinilai sukses sebagai Ketua DPRD Jatim yang sangat peduli di bidang kebudayaan.

Dalam sambutannya Kusnadi menyampaikan, “Perjalanan kehidupan saya yang begitu keras, pindah tempat, perselisihan-perselisihan yang tidak perlu: apakah perbedaan, perselisihan ini akan terus dilanjutkan? jalan apa untuk solusinya? Pengalaman-pengalaman yang lalu, menghadapi Pilkades saja, perselisihan yang tidak perlu. Kalau polarisasi terjadi dalam skala luas? apa yang terjadi? Kita akan menghadapi pemilu serentak? bagaimana nasib negara ini kalau kita tanpa saling menyapa hanya karena beda? Kita bisa hindari semua apabila kita sama sepakat menempuh jalan kebudayaan. Jalan kebudayaan tidak punya kepentingan. Diisi welas asih, bersama-sama menjaga budaya, jati diri kita, nuswantara ini”.

“Saya bersyukur, hari ini peringatan Mojopahit yang ke-729, kita kembali mengingat siapa kita. Satu fakta yang tidak bisa dibantah oleh teori apapun, 77 tahun NKRI merdeka itu simbol-simbolnya masih memakai simbol-simbol Mojopahit. Dasar negara kita Pancasila. Bung Karno tidak membuat tapi menggali dari Negara Kertagama. Itu adalah simbol Mojopahit. Yang kedua adalah merah putih. Dipakai Monaco sejak 1984. Sejak 1293 Masehi, Raden Wijaya mengibarkan bendera Gulo Klopo (merah putih). Bung Karno menentukan wilayah NKRI adalah bekas wilayah Mojopahit (Sabang–Merauke). Penyebaran agama-agama di Indonesia berdasarkan akulturasi budaya, bukan lewat perang dan paham agama. Kita Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa, adalah warisan nilai-nilai Mojopahit. Berdasar cinta dan kasih. NKRI cucunya Mojopahit, pewaris Mojopahit. Nuswantara melahirkan Indonesia. Tentara Eropa, Barat dikalahkan Mongolia, Mongolia dikalahkan Mojopahit. Mojokerto, Jatim menjadi lahir kembalinya Kejayaan Mojopahit”, pungkas Kusnadi.

Wakil Bupati Mojokerto yang hadir mewakili Forkopimda Mojokerto memberi apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya acara ini. “Mojopahit, dulu terkenal guyub rukun, maka belajar dari Mojopahit, kebangkitan Indonesia akan dimulai lagi. LPPBN sebagai Penggerak Budaya (bukan sekedar pegiat), kita berharap penerus generasi bangsa mampu meneruskan budaya Nusantara”.

Acara ditutup dengan Doa Ujub oleh Romo Pinandhito Lukmin dilanjutkan kembul bujono, sebagai ungkapan rasa syukur Hari Jadi Mojopahit ke-729 tahun ini, semoga hikmahnya mampu menggugah Putra Wayah Mojopahit di seluruh Nusantara untuk turut bangkit mengangkat kembali Panji Panji Pataka Mojopahit di Bhumi Nuswantara. (Veronika–Wasis)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL