Blitar, www.beritamadani.co.id – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94, Komunitas Gusdurian melaksanakan dialog pemuda lintas agama, bertempat di Aula Gereja Santa Maria, Blitar, Jumat (28/10/2022).

Hadir diacara tersebut para pemuka agama dan anggota Aliran kepercayaan terhadap Tuhan YME, dan para tokoh pemuda lintas lembaga agama Blitar dan anggota MLKI Blitar Raya.

Acara yang memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut diprakarsai Komunitas Gusdurian Blitar, di pimpin oleh Dr. K.H.Wahidul Anam (Rektor IAIN KEDIRI). Juga Perwakilan FKUB, Kesbanglinmas Kota Blitar.

“Ini merupakan rangkaian dari giat Gusdurian Blitar. Malam ini mengambil tema ’Peran Pemuda dalam Menjaga Kebhinnekaan di Era Digital’ bersama Jay Ahmad (Sekretaris Nasional Gusdurian) dan Dr. Khoirul Umam, M.A., (Dosen Sosiologi Agama IAIN Kediri),” kata pembuka dari Ketua Gusdurian Blitar, Dr.KH Wahidul Umam.

“Gusdurian itu nilai milik keberagaman, semua golongan menjadi rumah bersama, toleransi adalah pemahaman dan perjumpaan langsung dengan yang beda. Agama diatasnamakan kepentingan tertentu agar trending, oleh sekelompok orang, dan ini riskan sekali. Dan kami Gusdurian adalah penerus Visi Misi Gus Dur untuk tetap menjaga damai ditengah kehidupan bangsa yang plural ini. Bahwa kasunyatannya (kenyataanya,red) di Indonesia banyak perbedaan sekaligus banyak persamaan, itu sebenarnya untuk saling menghargai dan saling menguatkan diantara kita sesama elemen bangsa,” lanjutnya, pendapat Jay Ahmad.

“Penyakit kekinian adalah lahirnya Politik Identitas. Agama dijual untuk kepentingan politik. Seperti virus yang sudah ketemu inangnya, Politik Identitas diangkat, emosi umat dibangkitkan, lewat medsos, terutama,” ungkap Dr.Khoirul Umam, M.A.

Dialog yang dihadiri para tokoh Agama Katolik, Islam,  Kristen, Hindu, Budha, Kongguchu, dan Aliran kepercayaan terhadap Tuhan YME tersebut berjalan gayeng, lancar dan sukses.

Semoga dialog antar yang beda ini terus akan berlanjut dan penuh rasa kekeluargaan, damai terus sehingga nyaman berada di Rumah Kita NKRI.

“Dimana leluhur Nusantara jaman awal Majapahit, tahun 1863 Masehi, telah merumuskan dalam konsep yang sangat agung dan indah, Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa,” pesan Ki Ageng Jontor Siswanto, yang hadir mewakili Komunitas Blangkonan. (Wasis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post <strong>Orasi Ilmiah Prof Didin Guru Besar Universitas Paramadina ‘Indonesia Menuju Demokrasi Substantif’</strong>
Next post <strong>Kanmo Group dan Universitas Paramadina Wujudkan Peningkatan Potensi SDM di Indonesia</strong>