Kepala Desa Tumpak Oyot Kecamatan Bakung Akui Bawa Dana BKK Tahun 2020

Blitar, www,beritamadani.co.id – Menjelang Pilkada ( Pemilihan Kepala Daerah ) Kabupaten Blitar tahun 2019 lalu, seluruh desa dan kelurahan sejumlah 248 desa/kelurahan di Kabupaten Blitar dikabarkan  mendapatkan kucuran dana segar dari pemerintah Kabupaten Blitar sebesar Rp 100.000.00,- ( Seratus Juta Rupiah ) per desa/kelurahan dan konon kabarnya dana ini diperuntukkan untuk membuat rabat jalan  menuju area pertanian.

Ternyata niat baik pemerintah kabupaten tidak semua dijalankan oleh pemerintah desa. Indikasinya justru dana ini banyak yang disalahgunakan.

Sekira 1(satu) bulan yang lalu beberapa warga Desa Tumpakoyot mendatangi basecamp Komcab LP-KPK (Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan) Cabang Blitar. Mereka mengadukan adanya 2( dua) titik pembangunan rabat jalan yang harusnya selesai tahun 2020 namun sampai saat ini belum dibangun.

Salah satu diantara mereka yang enggan disebut namanya kepada Tim LP – KPK menuturkan, “Pada Musdes (Musyawarah Desa) sebelumnya disepakati bahwa desa kami akan membangun 4 titik rabat  jalan dari dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) yaitu untuk 2 (dua) titik di Dusun Tulungsari dan 2 ( dua ) titik di Dusun Sumbersari. dan harusnya tahun 2020 semua sudah selesai dibangun seperti 2 ( dua) titik di dusun Sumbersari, akan tetapi sampai saat ini yang 2 (dua) titik tidak dibangun. Kami para petani sangat membutuhkan jalan itu untuk mengeluarkan hasil tani. Jadi tolong pak Kades segera menyelesaikan pembangunan itu. Jika tidak, kami minta agar masalah ini dilaporkan ke Inspektorat atau ke ranah hukum,” tuturnya.

Saat ditemui Tim LP-KPK pada Senin ( 22/11/2021 ) Kepala Desa Tumpakoyot, Supriono menjelaskan, “Bahwa benar pada Desember Tahun 2019 desa kami mendapatkan bantuan keuangan khusus (BKK) dari pemerintah kabupaten sebesar Rp 100.000.000,- ( Seratus Juta Rupiah ) dipotong pajak 6%. Dana ini sudah kami realisasikan untuk membangun 2 ( dua ) titik jalan di dusun Sumbersari. Dan yang dua titik di dusun Tulungsari belum kami bangun namun satu titik pada lima hari yang lalu sudah kami kerjakan dengan menurunkan alat berat selama dua hari untuk melebarkan jalan menuju titik yang akan dibangun. Dan yang titik satunya sudah kami siapkan material berupa batu koral dan pasir,” jelasnya.

Dia menambahkan, “Kenapa sampai saat ini dua titik ini belum kami laksanakan, karena saat ini masih musim hujan, dan kami tidak bisa numpuk material dipinggir jalan karena akses jalan sempit dan digunakan untuk lalu lintas truck besar milik proyek JLS ( Jalan Lintas Selatan ) dan Insyaallah ini akan segera kami bangun karena proyek JLS telah selesai dan saya akui sisa dana itu saya bawa.

Saat ditanya kapan targetnya akan di bangun, Supriono mengatakan, “Kami tidak bisa menentukan karena nunggu usai musim hujan agar struktur tanah yang akan dibuat jalan padat. Takutnya jika dipaksakan dibangun saat musim hujan tanahnya amblas,” tegas Kades Tumpakoyot. 

Dalam kasus ini Ketua Komcab LP-KPK Blitar,  Haryono, S.H, M.H mengatakan, “Sebagai pemimpin harus jujur dan amanah. Jika tidak, pasti suatu saat akan hancur. Persoalan ini segera akan kami sampaikan kepada Inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan secara adminstrasi. Jika terbukti ada penyimpangan keuangan negara, kami minta kepada Kejaksaan atau Kepolisian menindaklanjuti kasus ini agar menjadi contoh desa-desa yang lain tidak macam-macam dengan uang rakyat, ” pungkas Ketua Komcab LP – KPK Blitar. (Tim LP-KPK/Ich/Red)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL