ABK Sharing#1,Perlunya Pemahaman ABK Bagi Para Orang Tua Murid Dan Masyarakat Indonesia

ABK_2ABK002

Malang, Beritamadani.co.id – Seringkali kita mendengar sebutan ABK tetapi dalam benak kita yang terlintas adalah Anak Buah Kapal, bahkan mungkin untuk sebutan lain. Di sekitar kita banyak ABK. Tetapi pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan, memperkenalkan dan memberitahukan bahwa ABK yang penulis maksud adalah Anak Berkebutuhan Khusus.

Siapakah ABK ini, marilah kita kenali dan pahami bahwa ABK juga menjadi bagian terpenting dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita temui mereka dalam situasi dan kondisi yang kadang tidak kita sangka dan sadari. Karena sebenarnya berada diantara ABK akan memberi ruang bagi kita untuk berbagi kasih sayang dan berbagi apa yang bisa kita berikan untuk mereka.

Agar kita tidak salah dalam mengenali dan salah dalam memahami ABK ini mari kenali siapa saja mereka yang termasuk dalam kategori ABK dan bagaimana karakteristiknya.

Yang termasuk ABK, dalam hal ini Anak Berkebutuhan Khusus adalah : 1.Tunanetra ,2.Tunarungu, 3.Tunawicara, 4.Tunagrahita, 5.Tunadaksa, 6.Tunalaras, 7.Tunaganda, 8.Berkesulitan belajar ,9. Lamban belajar, 10.Autis, 11.Gangguan konsentrasi dan Hiperaktif, 12.Memiliki gangguan motorik, 13.Menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, dan zat adiktif lainnya, 14.Memiliki kelainan lainnya.

Suatu kejadian tentunya dipastikan ada penyebabnya, bisa dikatakan hukum sebab-akibat. Dari sisi lain, sering kita mendengar bahwa ABK adalah sebuah karma dari dosa orang tua ataupun leluhur yang diwariskan ke anak-cucu. Tetapi bila kita mengacu berdasarkan keilmuan yang penulis pelajari, faktor yang bisa menyebabkan ABK,  yaitu: karena penyakit, kecelakaan, bencana, atau sebab lainnya pada saat pra natal, peri natal, atau post natal yang mengakibatkan bagian tubuh, struktur tulang, sendi, otot, sistem syaraf, dan cara kerja tubuh pada anak yang tidak atau kurang mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, anak memiliki gangguan dalam pertumbuhkembangannya yang membatasi aktivitas dan menghalangi partisipasi dalam lingkungan belajarnya.

Setelah kita membahas siapakah ABK, siapa saja yang termasuk ABK dan penyebab ABK, sekarang marilah kita membahas lebih dalam lagi yaitu:“Bagaimanakah cara cara kita mengenali ABK?”. Penjelasannya demikian. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik khusus yaitu ciri-ciri pembeda yang sangat menonjol pada diri anak yang dapat dikenali sebagai ciri fisik dan ciri non fisik. Ada beberapa cara untuk mengenalinya yaitu dengan : 1.Identifikasi,  yaitu sebuah proses menemukan dan mengenali, 2.Asesmen, yaitu sebuah proses mengumpulkan informasi lanjutan, 3.Fungsional, dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, 4.Asesmen klinis, yaitu proses formal dengan menggunakan alat-alat test melalui psikolog, psikiater ataupun dokter.

Setelah kita mengetahui, siapa yang termasuk ABK, saatnya kita menjelaskan secara detail tentang ABK, sehingga pemahaman sahabat pembaca bertambah, yang termasuk ABK adalah:

A.Anak dengan Gangguan Penglihatan (TUNANETRA), yaitu  anak yang tidak atau kurang dapat melihat. Menurut Hallahan & Kaufman, anak yang lemah penglihatan (low vision,red) maupun yang totally blind , termasuk kategori anak dengan gangguan penglihatan.

Karakteristik khusus anak tunanetra adalah:

  • Sering menabrak ketika bergerak
  • Kesulitan membaca huruf pada buku bacaan atau tulisan pada papan tulis
  • Kesulitan menulis pada garis lurus
  • Memegang buku dekat ke muka ketika membaca
  • Sering mengeluh kepala pusing atau mata gatal atau mata berair
  • Bentuk dan warna bola mata berbeda, bola mata bergoyang-goyang, mengecil, atau berwarna putih
  • Sering meletakkan barang di tempat yang salah
  • Sering hendak terjatuh ketika melewati rintangan jalan
  • Sulit meniru gerak
  • Sulit mengenal gambar jika warna kurang kontras.
  • Sulit meraba barang yang ada di dekatnya

B.Anak dengan Gangguan Pendengaran-Wicara (TUNARUNGU), yaitu  anak yang tidak atau kurang dapat mendengar atau berbicara.

Menurut IDEA (Individual Disability Education Act,red), tingkat gangguan pendengaran dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Gangguan pendengaran sangat ringan (27 – 40 dB)
  2. Gangguan pendengaran ringan (41 – 55 dB)
  3. Gangguan pendengaran sedang (56 – 70 dB)
  4. Gangguan pendengaran berat (71 – 90 dB)
  5. Gangguan pendengaran total (di atas 91 dB)

Karakterstik khusus anak tunarungu adalah :

  • Tidak menyadari adanya bunyi
  • Tidak melihat ke sumber suara
  • Terlihat mendekatkan telinga pada sumber bunyi
  • Telinga mengeluarkan cairan
  • Berbicara keras dan tidak jelas
  • Sulit untuk mengungkapkan perasaan dengan tepat
  • Cenderung menggunakan mimik atau gerakan untuk berkomunikasi
  • Cenderung pemata (mendapatkan informasi dengan melihat langsung,red)

C.Anak dengan Gangguan Gerak (TUNADAKSA), yaitu  anak yang tidak atau kurang dapat menggunakan tangan dan atau kakinya untuk bergerak

Karakteristik khusus anak tunadaksa adalah :

  • Sulit menggerakkan tubuh
  • Sulit untuk berpindah dari satu posisi ke posisi lain
  • Sulit meraih benda di tempat tinggi atau rendah
  • Gerakan tubuh kaku atau layu
  • Sering terjatuh
  • Penderita CP dan penderita kekakuan otot bicara akan mengalami gangguan bicara

D.Anak dengan Kecerdasan di bawah rata-rata (TUNAGRAHITA)

Tingkat Intelektual anak tunagrahita menurut IDEA :

  • Ringan (IQ : 51 – 70), Intermittent Support (bantuan dipergunakan saat dibutuhkan,red), mampu didik, dapat bekerja, tidak ada kelainan fisik
  • Sedang (IQ : 36 – 50), Limited Support (bantuan konsisten saat tertentu saja,red), mampu latih, penundaan aktivitas secara terbatas, dan ada kelainan fisik bawaan
  • Berat (IQ : 20 – 35), Extensive Support (bantuan dipergunakan secara berkala,red), mampu rawat, tidak dapat menjaga kebersihan pribadi, memiliki kelainan fisik
  • Sangat berat (IQ di bawah 20), Pervasive Support (bantuan konsisten dengan intensitas sangat tinggi,red), tidak dapat bergerak sendiri dan bicara sangat terbatas

E.Anak Lambat Belajar (SLOW LEARNER)

  • Tingkat IQ 71 – 89
  • Untuk kegiatan harian, tidak memerlukan banyak bantuan
  • Untuk kegiatan belajar membutuhkan bimbingan belajar dengan cara 5R, yaitu: repeat, reinforcement, reward, recall, remind.

Karakteristik khususnya adalah :

  • Perilaku tidak sesuai dengan usia
  • Sulit memahami hal yang abstrak
  • Sulit mengingat
  • Sulit mengikuti instruksi panjang
  • Sulit mengendalikan emosi
  • Ada yang memiliki wajah mirip
  • Ada yang bicara kurang jelas
  • Ada yang mengalami kesulitan bergerak
  • Di sekolah, nilai untuk semua mata pelajaran ada di bawah nilai rata-rata kelas

F.Anak dengan Kecerdasan dan Bakat Istimewa (JENIUS)

  • Disebut anak jenius
  • Memiliki kecerdasan di atas rata-rata
  • Anak cerdas (gifted) memiliki kemampuan yang menonjol dan prestasi yang sangat baik di bidang akademik
  • Anak berbakat (talented) memiliki kemampuan yang menonjol dan prestasi yang sangat baik di bidang non akademik

Karakteristik khususnya adalah :

  • Cepat mengerti instruksi
  • Cepat memahami konsep
  • Cepat mengerjakan tugas
  • Menunjukkan keterlibatan yang tinggi
  • Punya komitmen
  • Kreatif dan inovatif
  • Mudah bosan bila pelajaran diulang
  • Suka usil dan mondar-mandir bila yidak ada kesibukan
  • Memiliki kemampuan untuk memimpin
  • Terkadang kurang teliti dan menggampangkan tugas

G.Anak dengan Autism (AUTISME)

  • Istilah lainnya anak dengan gangguan sosial emosi
  • Anak yang memiliki gangguan pada kemampuan komunikasi verbal dan non verbal serta interaksi sosialnya (IDEA)

Karakteristik khususnya adalah :

  • Memiliki aktivitas yang berulang-ulang
  • Terlambat dalam perkembangan komunikasi atau bahasa
  • Rentan terhadap perubahan lingkungan atau aktivitas rutin
  • Tidak ada kontak mata
  • Respon tidak biasa dalam pengalaman sensorik
  • Hambatan dalam interaksi sosial
  • Ada yang memiliki kemampuan khusus yang berkembang baik
  • Sebagian menunjukkan hiperaktivitas dan fokus perhatian rendah
  • Ada yang membeo, ada yang tidak bisa bicara sama sekali

H.Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian

  • Istilah lainnya anak hiperaktif
  • Anak yang mengalami ketidakmampuan dalam memusatkan perhatiannya pada dua atau lebih situasi yang berbeda

Karakteristik khusus :

  • Perhatian mudah teralih
  • Menghentikan atau meninggalkan suatu tugas sebelum selesai
  • Sering beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain
  • Dalam situasi yang menuntut keadaan yang relatif tenang, anak merasa gelisah
  • Berjalan mondar-mandir, berlari tanpa arah, melompat berlebihan
  • Bicara berbelit-belit, suka memotong pembicaraan
  • Tidak sabar menunggu giliran
  • Memberikan respon yang terlalu cepat (impulsif)
  • Sulit untuk duduk tenang

I.Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik

a.DisleksiaDefinisi disleksia menurut Critchley (1970), adalah kesulitan membaca, menulis, dan mengeja (disotografi,red), tanpa adanya gangguan sensorik perifer. Dalam arti tidak memiliki kelemahan pada pendengaran, penglihatan, inteligensi, emosional primer atau lingkungan kurang menunjang.

Disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.

b.Disgrafia: Gangguan disgrafia mengacu kepada anak yang mengalami hambatan dalam menulis, meskipun inteligensianya normal (bahkan ada yang di atas rata-rata,red) dan dia tidak mengalami gangguan dalam motorik maupun visual. Anak dengan gangguan disgrafia mengalami kesulitan dalam mengharmonisasikan ingatan dengan penguasaan gerak ototnya secara otomatis saat menulis huruf dan angka.

c.Diskakkulia: Gangguan pada kemampuan kalkulasi secara matematis, akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya kesulitan belajar dan mengerjakan tugas yang melibatkan angka ataupun simbol matematis. Biasanya terjadi pada saat anak menginjak usia sekolah sekitar usia 7 tahun. Penderita diskalkulia umumnya mempunyai IQ normal, tetapi ada yang melebihi rata-rata atau cukup tinggi.

d.Dispraksia: Gangguan atau ketidakmatangan anak dalam mengorganisir gerakan akibat otak kurang memproses informasi sehingga pesan-pesan tidak secara penuh atau benar ditransmisikan. Dispraksia mempengaruhi perencanaan apa-apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya. Hal ini menyebabkan timbulnya kesulitan dalam berpikir, merencanakan dan melakukan tugas-tugas motorik atau sensori.

Karakteristik secara umum pada anak berkesulitan belajar khusus adalah: sulit dalam mengekspresikan diri, sulit belajar calistung, bicara berbelit, tulisan sukar dibaca, tulisan sering terbalik, tertinggal atau berlebih, kikuk atau ragu dalam bergerak, menunjukkan gangguan orientasi arah ruang (kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang,red), sulit memahami isi bacaan, ada yang sulit berkonsentrasi.

Dari pembahasan tentang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus,red) diatas, menambah wawasan dan pengetahuan kita. Ternyata di lingkungan masyarakat, sekitar kita banyak anak-anak yang termasuk ABK. Mulai yang masih bayi sampai sudah dewasa. Sangat merepotkan memang, tetapi itulah kenyataan yang ada. Sebuah anugerah dari Tuhan yang dititipkan dan diberikan kepada salah satu dari kita. Merupakan tanggung-jawab yang besar bagi orang tua ABK. Mereka dengan cinta dan kasih-sayang luar-biasa, membesarkan dan mendidik putra-putri mereka, untuk masa depan yang lebih baik dan bermartabat. Mereka berhak mendapatkan kasih-sayang yang sama seperti anak-anak yang lain.

Penulis  : Firdiani Yuliana, S.Psi

Sumber Pustaka: Buku Pintar Kesehatan Anak Aulia Fadli, Psikologi Pembelajaran,M.Asrori, Anak Desa Penyandang Cacat, David Werner dkk, Masa Depan Pendidikan Inklusif,Prof.Suyanto.Ph.D,Dr.Mudjito AK.MSi, dan Buku Khusus Tulkit LIRP,Ir.Sri Renani P.

Share This:

You may also like...

2 Responses

  1. shedi says:

    Oo..jenius itu ABK juga ya

    • madani says:

      Jenius termasuk ABK, karena jika dari awal tidak terdeteksi maka seringkali anak-anak jenius ini dikatakan anak nakal atau anak hiperaktif. Mereka memerlukan perhatian dan bimbingan khusus untuk menyalurkan pemikiran yang lebih itu, untuk kemudian menjadikan anak jenius lebih terarah dan akhirnya untuk anak-anak jenius ini bisa masuk di kelas-kelas akselerasi. Sehingga akan tertangani lebih baik sesuai kemampuannya.
      Tidak lagi kejeniusannya terbuang sia-sia dengan mengganggu orang lain, disaat yang lain masih proses mengerjakan. Dia hanya memerlukan waktu 5 menit selesai dan menjadikan perilakunya menjadi berlebih, karena tidak tersalur dan tidak terdeteksi.

      Bila jawaban masih dirasa kurang memuaskan, bisa menghubungi saya, Firdiani Yuliana di Nomor: 085791043660.

      Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL