ABK Sharing#4, Anak Dengan Tunagrahita

tunagrahita_2tunagrahita_3

Malang, Beritamadani.co.id – Sahabat Madani, pada kesempatan ABK Sharing ke-4 ini, penulis akan membahas anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Apakah tunagrahita itu?. Berdasarkan dari bebagai sumber tunagrahita adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Istilah lain untuk tunagrahita ialah sebutan untuk anak dengan hendaya atau penurunan kemampuan atau berkurangnya kemampuan dalam segi kekuatan, nilai, kualitas, dan kuantitas.

Pengertian lain mengenai tunagrahita ialah cacat ganda. Seseorang yang mempunyai kelainan mental, atau tingkah laku akibat kecerdasan yang terganggu. Istilah cacat ganda yang digunakan karena adanya cacat mental yang dibarengi dengan cacat fisik. Misalnya cacat intelegensi yang mereka alami disertai dengan keterbelakangan penglihatan (cacat mata). Ada juga yang disertai dengan gangguan pendengaran.

Namun, tidak semua anak tunagrahita memiliki cacat fisik. Contohnya pada tunagrahita ringan. Masalah tunagrahita ringan lebih banyak pada kemampuan  daya tangkap yang kurang. Secara global pengertian tunagrahita ialah anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbelakangan dalam intelegensi, fisik, emosional, dan sosial yang membutuhkan perlakuan khusus supaya dapat berkembang pada kemampuan yang maksimal.

Tingkat Intelektual Anak Tunagrahita menurut IDEA :

1.Ringan (IQ : 51 – 70),  Intermittent Support (bantuan dipergunakan saat dibutuhkan), mampu didik, dapat bekerja, tidak ada kelainan fisik. Tunagrahita ringan disebut juga maron atau debil. Memiliki IQ antara 51-70.Mampu belajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana.Mampu dididik menjadi tenaga kerja semi-skilled seperti pekerja laundry pertanian, peternakan, pekerjaan rumah tangga, dan pekerja pabrik dengan sedikit pengawasan.Pada umumnya tidak mengalami gangguan fisik (tampak seperti anak normal).

2.Sedang (IQ : 36 – 50), Limited Support (bantuan konsisten saat tertentu saja), mampu latih, penundaan aktivitas secara terbatas, dan ada kelainan fisik bawaan. Tunagrahita sedang disebut juga imbesil.Memiliki IQ antara 36-50. Mampu mengurus diri sendiri, melindungi diri sendiri dari bahaya. Seperti menghindari kebakaran, berjalan di jalan raya, berlindung dari hujan dan lain-lain. Sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Namun, bisa diatasi dengan latihan setiap hari. Mampu menulis secara sosial, misalnya menuliskan nama sendiri dan alamat rumah. Membutuhksn pengawasan yang terus menerus. Dapat bekerja di tempat kerja terlindung.

3.Berat (IQ : 20 – 35),  Extensive Support (bantuan dipergunakan secara berkala), mampu rawat, tidak dapat menjaga kebersihan pribadi, memiliki kelainan fisik. Tunagrahita berat sering disebut idiot. Memiliki IQ antara 20-35.Memerlukan perawatan secara total dalam kehidupan sehari-hari. Memerlukan perlindungan dari bahaya sepanjang hidupnya. Nah, kalau sudah pernah baca klasifikasi tentang tunagarahita, ubah ya paradigma kita tentang tunagrahita itu selalu idiot.

4.Sangat berat (IQ di bawah 20), Pervasive Support (bantuan konsisten dengan intensitas sangat tinggi), tidak dapat bergerak sendiri dan bicara sangat terbatas

Tunagrahita juga bisa dikatakan retardasi mental (mental retardation). Tuna berarti merugi. dan rahita berarti pikiran. retardasi mental (mental retardation atau mentally retarded) berarti terbelakang mental. American Asociation on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM mendefinisikan Tunagrahita sebagai kelainan: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata termasuk didalamnya yang termasuk down sindrom

Kelainan bawaan sejak lahir yang terjadi pada 1 diantara 700 bayi. Mongolisma (down’s syndrome) ditandai oleh kelainan jiwa atau cacat mental mulai dari yang sedang sampai berat. Tetapi hampir semua anak yang menderita kelainan ini dapat belajar membaca dan merawat dirinya sendiri.

Sindrom down adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, yang tidak berhasil memisahkan diri selama meiosis sehingga terjadi individu dengan 47 kromosom. Sindrom ini pertama kali diuraikan oleh Langdon down pada tahun 1866.

Down syndrom merupakan kelainan kromosom autosomal yang paling banyak terjadi pada manusia. Diperkirakan 20 % anak dengan down syndrom dilahirkan oleh ibu yang berusia diatas 35 tahun. Synrom down merupakan cacat bawaan yang disebabkan oleh adanya kelebihan kromosom x. Syndrom ini juga disebut Trisomy 21, karena 3 dari 21 kromosom menggantikan yang normal.95 % kasus syndrom down disebabkan oleh kelebihan kromosom.

Faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya kelainan kromosom adalah :

  1. Genetik. Karena menurut hasil penelitian epidemiologi mengatakan adanya peningkatan resiko berulang bila dalam keluarga terdapat anak dengan syndrom down.
  2. Radiasi. Ada sebagian besar penelitian bahwa sekitar 30 % ibu yang melahirkan ank dengan syndrom down pernah mengalami radiasi di daerah sebelum terjadi konsepsi.
  3. Infeksi Dan Kelainan Kehamilan
  4. Autoimun dan Kelainan Endokrin Pada ibu. Terutama autoimun tiroid atau penyakit yang dikaitkan dengan tiroid.
  5. Umur Ibu. Apabila umur ibu diatas 35 tahun diperkirakan terdapat perubahan hormonal yang dapat menyebabkan non dijunction pada kromosom. Perubahan endokrin seperti meningkatnya sekresi androgen, menurunnya kadar hidroepiandrosteron, menurunnya konsentrasi estradiolsistemik, perubahan konsentrasi reseptor hormon dan peningkatan kadar LH dan FSH secara tiba-tiba sebelum dan selama menopause. Selain itu kelainan kehamilan juga berpengaruh.
  6. Umur Ayah. Selain itu ada faktor lain seperti gangguan intragametik, organisasi nukleolus, bahan kimia dan frekuensi koitus.

Terhadap anak tunagrahita perlu diberikan pembelajaran kompensatif dan life skill. Pembelajaran atau pendidikan kompensatif adalah pembelajaran atau pendidikan khusus untuk anak berkebutuhan sesuai dengan jenis kelainannya agar anak mampu menyesuaikan diri sehingga menjadi anak yang mandiri.

Dalam pembelajaran kompensatif ini meliputi dua hal yaitu bina diri dan bina gerak.

A.Bina Diri

Bina diri merupakan serangkaian kegiatan pembinaan dan latihan yang dilakukan oleh guru yang profesional dalam pendidikan khusus, secara terencana dan terprogram terhadap individu yang membutuhkan layanan khusus, yaitu individu yang mengalami gangguan koordinasi gerak-motorik, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, dengan tujuan meminimalisasi dan atau menghilangkan ketergantungan terhadap bantuan orang lain dalam melakukan aktivitasnya.

Aktivitas kehidupan sehari-hari yang dimaksud adalah; Kemampuan dan keterampilan sesorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, mulai dari aktivitas bangun tidur sampai tidur kembali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah ADL ( Actifity of Daily Living ).

Kemampuan bina diri terbagi menjadi  tujuh macam, yaitu:

  1. Kebutuhan merawat diri, meliputi kemampuan memelihara tubuh seperti mandi, menggosok gigi,merawat rambut  dan memelihara kesehatan dan keselamatan diri seperti melindungi dari bahaya sekitar ataupun mengatasi luka.
  2. Kebutuhan Mengurus diri, meliputi memelihara diri secara praktis, mengurus kebutuhan yang bersifat pribadi seperti makan, minum, menyuap makanan, berpakaian, pergi ke toilet, berdandan, serta merawat kesehatan diri.
  3. Kebutuhan menolong diri, meliputi memasak sederhana,mencuci pakaian dan melakukan aktivitas rumah seperti menyapu dan lain sebagainya.
  4. Kebutuhan komunikasi, meliputi komunikatif ekspresif yaitu menjawab nama dan identitas keluarga dan komunikasi resepti yaitu mampu memahami apa yang disampaikan orang lain.
  5. Kebutuhan Sosialisasi, meliputi keterampilan bermain, berinteraksi. partisipasi kelompok, ramah dalam bergaul, mampu menghargai orang, bertanggung jawab pada diri sendiri serta mampu mengendalikan emosi.
  6. Kebutuhan keterampilan hidup, meliputi keterampilan menggunakan uang, keterampilan berbelanja dan keterampilan dalam bekerja.
  7. Kebutuhan mengisi waktu luang, bagi anak tuna grahita dapat berupa kegiatan kegiatan olahraga, seni dan keterampilan sederhana seperti memelihara tanaman atau hewan.

B.Bina Gerak

Yang dimaksud bina gerak adalah segala usaha yang bertujuan untuk mengubah, memperbaiki dan membentuk pola gerak yang mendekati pola gerak wajar. Bina gerak merupakan perpaduan dari beberapa macam terapi yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Ada terapi fisik, terapi okupasi, terapi bermain, terapi musik, terapi psikhis dll. yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan melengkapi.

Latihan bina gerak dalam pelaksanaannya membutuhkan suasana, sikap, lingkungan dan program yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Suasana latihan yang dibutuhkan adalah suasana yang tenang, hening, segar, ceria dan jauh dari kebisingan. Sementara itu sikap yang dibutuhkan dalam latihan adalah sikap pelatih/guru yang dapat menerima kondisi kecacatan anak, sikap kasih sayang, menghargai kemampuan anak, mengendalikan kegelisahan anak, dsb. Sedang program yang dibutuhkan dalam bina gerak adalah program yang jelas dan bervariasi yang disesuaikan dengan kemampuan anak.

Tujuan bina gerak adalah untuk membentuk, merubah dan memperbaiki kemampuan gerak anak. Atau untuk memberikan bekal dan kemampuan gerak yang dapat mengantarkan anak mampu bergerak untuk berpartisipasi, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungannya secara lebih wajar.

Banyak teknik yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan gerak anak-anak dengan gangguan motorik. Diantaranya: 1.Aktivitas gerak persepsual (perceptual motor activities),2. Pendekatan keterampilan (skills approach),3.Pendekatan tematik (thematic approach),4.    Pendekatan permainan (games approach), 5. Pendidikan olahraga (sport education), 6.Bina gerak melalui terapi fisik (physio therapy), 7.Bina gerak melalui terapi okupasi

Pembelajaran life skills adalah pembelajaran tentang keterampilan hidup. Sangat penting bagi anak tunagrahita agar  dapat mengembangkan potensi dengan sebaik-baiknya, dapat menolong  diri, berdiri sendiri dan berguna bagi masyarakat serta memiliki kehidupan batin yang layak. keterampilan kecakapan hidup (life skills), mencakup empat jenis, yaitu: 1. Kecakapan  personal, 2. Kecakapan  sosial, 3. Kecakapan  akademik, 4. Kecakapan  kejuruan.

Tujuan diberikannya life skills pada anak tunagrahita adalah :

1)  Membantu anak tunagrahita dalam menumbuhkan rasa percaya diri, harga  diri  dan  kemampuan  diri  untuk  menghadapi  perubahan-perubahan  yang terjadi  pada  diri  dan  lingkungannya  agar  mampu  mandiri.

2)  Agar mampu menyesuaikan didri terhadap lingkungannya

3)  Berani menghadapi problema hidup

Pada  proses  pembelajaran,  mata  pelajaran  itu  harus dikaitkan  dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa, sehingga dapat membentuk kecakapan hidup (life skills) yang sesuai dengan kehidupan nyata di masyarakat. Kecakapan hidup itulah yang nantinya digunakan oleh anak didik memasuki kehidupan nyata di masyarakat

Ada delapan cara untuk melakukan pendekatan yang menyenangkan selama terapi berlangsung. Tidak hanya menyenangkan, delapan cara ini dapat memberikan pengaruh akan keberhasilan terapi yang dilakukan: 1. Ciptakan suasana hangat dan bersahabat bersama si anak, 2. Terima si anak apa adanya, 3. Selalu Terbuka, 4. Kenali perasaan dan ekspresi si anak, 5. Menghargai setiap usaha anak ketika menyelesaikan masalah, 6. Jangan pernah menjadi pemimpin, 7. Jangan pernah tergesa-gesa selama terapi berlangsung, 8. Kenalkan pada hak dan kewajiban antara si anak dan terapis.

Terapi yang dapat kita berikan adalah ciptakan media agar anak dapat bergerak, berekspresi, dan berpendapat secara nyaman. Buat si anak mau, nyaman, dan melakukan. Salah satumya dengan Jenis permainan,  yang bisa dijadikan terapi bagi tunagrahita. Jenis terapi bermain sangat beragam. Terapi permainan ialah penggunaan media permainan (alat dan cara bermain) dalam pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus. Tujuannya adalah untuk mengurangi atau menghilangkan gangguan-gangguanatau penyimpangan-penyimpangan. Seperti gangguan dan penyimpanga pada fisik, mental, sosial, sensorik dan komunikasi.

Setiap permainan memiliki tujuan yang mampu meningkatkan beberapa hal, yaitu: 1. Meningkatkan kemampuan berpikir, 2. Meningkatkan kemampuan dengan adaptasi sosial, 3. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi, 4. Meningkatkan kemampuan sosial-emosional, 5. Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus, 6. Meningkatkan kemampuan sensorik motorik, 7. Meningkatkan dan mengembangkan percaya diri, 8. Meningkatkan dan mengembangkan kemandirian, 9. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mengurus diri sendiri, 10. Meningkatkan dan mengembangkan perasaan seni, 11. Memperbaiki penyimpangan perilaku, 12. Meningkatkann dan mengembangkan penginderaan.

Terapi permainan ini harus disesuaikan dengan komposisi bahan ajar apa yang akan diberikan kepada anak. Misalnya untuk belajar berhitung, membaca, menulis, pemberian penghargaan atas sebuah jerih payah, kehidupan sehari-hari dan lain-lain.

tunagrahita_1 tunagrahita_4

Setelah kita belajar tentang tunagrahita dari materi yang penulis ambil dari berbagai sumber yang sudah dibagikan diatas, marilah kita mengenal lebih jauh profile anak didik yang termasuk tunagrahita, yaitu ananda Fitri Islamniati dan Ahmad Naufal Kurnia Wahyudi, sebagai berikut:

1.Fitri Islamniati. Menjadi seorang guru adalah cita-cita mulianya. Ananda  lahir pada Tanggal, 06 Maret 2006 dan saat ini tinggal di Kota Batu. Ananda termasuk pribadi yang pendiam dan dalam kesehariannya ananda tidak memiliki banyak teman hanya beberapa saja teman dirumah dan disekolah. Ananda tinggal bersama nenek dan kakeknya karena orang tuanya bekerja sebagai TKI. Dapat dimaklumi mengapa ananda memIliki pribadi demikian karena kurangnya kasih sayang dari orang tua. Untuk kegiatan belajar dirumah ananda sangatlah tidak seberuntung teman-temannya yang dapat didampingi orang tuanya.

Ananda memiliki kekurangan dalam hal akademik dimana kemampuan untuk mengenal angka dan huruf abjad masih mengalami kesulitan, namun ananda sangat bersemangat untuk bisa belajar membaca, menulis secara rapi dan baik dan berhitung dengan cepat termasuk dalam kategori Tuna grahita ringan

Mulai di usia sekolah taman kanak-kanak hingga sekolah dasar saat  10 tahun ini ananda sangat mandiri. Semua pekerjaan rumah merupakan hal yang sangat-sangat terbiasa ananda lakukan. Justru waktu untuk belajar adalah sangat langkah untuk ananda dapatkan. Untuk itu jika berada disekolah ananda sangat-sangatlah senang bisa bermain bersama-sama dan belajar bersama walaupun ananda tidak dapat mengikuti secara mandiri karena untuk dapat memahami satu materi pelajaran ananda dibantu oleh guru pembimbing khusus. Tidak semua anak-anak di usianya bisa memiliki kemampuan mengerjakan pekerjaan rumah denagn cekatan. dengan keterbatasan ananda secara akademik ananda sangat senang bersekolah.

Tidak semua anak memiliki hati yang besar dan setegar ananda. Menerima semua dengan kebesaran hati seorang anak. Melihat sosok guru yang dikagumi dan disayanginya. Membuat ananda yakin ingin menjadi seorang guru yang dapat memberikan kasih sayang kepada siswa-siswanya. Seperti apa yang ananda dapatkan selama ini. Pengalaman disekolah yang Luar Biasa baginya memberikan semangat dan kekuatannya dalam belajar ditengah keterbatasan yang dimiliki.

2.Ahmad Naufal Kurnia Wahyudi. Berkeinginan kuat untuk terus bersekolah. Ananda lahir pada Tanggal, 7 Nopember 2009 dan saat ini tinggal di Kota Batu, diusianya yang 8 tahun ini, ananda bersekolah di sekolah umum yang menyelenggrakan program inklusif, tidak di sekolah luar biasa. Secara fisik Ananda sejak lahir telah mengalami perbedaan karena wajahnya yang menunjukkan wajah mongoloid yang merupakan salah satu tanda umum dari gejala down sindrom.

Pada masa kehamilan disampaikan normal tidak ada kejadian sakit pada  ibu maupun bayi yang dikandung. Pemeriksaan rutin juga dilakukan ke dokter spesialis kandungan, dan masa kehamilan 9 bulan (normal seperti pada umumnya). Proses melahirkan dokter menyarankan dilakukan operasi (caesar) karena jaraknya dekat 2 tahun dengan kakaknya. Setelah lahir juga ditangani dokter spesialis anak dan mengetahui kalau kemungkinan terkena down syndrome. Kemudian disarankan oleh dokter untuk tes kromosom dan hasilnya didapatkan bahwa ananda Naufal positif down sindrom. Kurang lebih umur 6 bulan nanada Naufal  menjalani berbagai tes seperti mata, telinga, jantung, syaraf, otak, motorik dan lain-lain. Hasil  dari semua test negatif. Dan pada saat itu juga menjalani terapi motorik, wicara di rumah sakit. Saat ini untuk terapi wicara ditangani oleh pihak keluarga.

Orang tua ananda sangat berperan besar membantu dalam segala hal dan memberi pengaruh terbesar dalam perkembangan kemampuan untuk bina diri dan geraknya dirumah, dengan teman dan lingkungan sekitarnya hingga ananda dapat diterima dengan sangat baik. Bersekolah adalah hal yang sangat di nanti oleh anada setiap hari. Hobi ananda yang senang mewarna walaupun belum sempurna dalam memegang alat tulis dan senangnya ananda dalam bermain benar-benar membuat orang tua sangat senang. Dengan keterbatasannya yang demikian tetapi ananda berani dan mampu bersosialisasi dengan baik. Di sekolahnya saat inipun ananda sangat pandai bergaul dan berbaur dengan teman-teman seusianya, dan menghormati kakak-kakak kelasnya. Dengan keterbatasannya berkomunikasi tidak menghambat ananda untuk menunjukkan perilaku yang baik. Mampu mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Kasih sayang ibu dan ayahandanya sungguh menginpirasi kehidupan banyak orang, dengan memiliki anak yang diberikan sebuah kekurangan, kelebihan pasti akan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik untuk ananda dan keluarganya.

Sahabat pembaca www.beritamadani.co.id, demikianlah Sharing#4 Anak Dengan Tunagrahita, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada hari Sabtu minggu berikutnya, mari semakin kita sayangi dan cintai ABK.

Penulis: Firdiani Yuliana, S.Psi

Sumber Pustaka:

  1. Buku Pintar Kesehatan Anak. Aulia Fadli 2010, Pustaka Anggrek
  2. Tuna Grahita merupakan Retardasi Mental. Jan 20, 2010 by Danx Zumaic Exodus
  3. Down Syndrom Pada Anak. Ditulis pada Januari 21, 2009 oleh Ramadhan
  4. Pengertian Tuna Grahita. 12th Desember 2012 oleh Luthfi D A W
  5. Peran Terapi Permainan untuk Tunagrahita by on April 29, 2011.

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL