Usaha Penggemukan Sapi Di Desa Bodag Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

IMG_20160731_091935 IMG_20160731_091920

Pacitan, Beritamadani.co.id – Kebutuhan akan daging sapi pada akhir-akhir  ini cukup meningkat apalagi bertepatan dengan hari besar keagamaan, harga daging melejit setinggi langit. Seperti barang-barang kebutuhan pokok yang lain, bila kebutuhan meningkat dan stock terbatas, pastilah harga barang akan naik. Lebih repot lagi dengan moment seperti ini dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung-jawab, efeknya luar biasa, harga daging menjadi turun terjangkau suatu keniscayaan. Pemerintahpun tidak tinggal diam untuk mencari solusi, salah satunya yang terbaru yaitu dibukanya kran impor daging terbatas dan jeroan bisa ke Indonesia.

Kondisi seperti inilah rupa-rupanya yang menjadi alasan, mengapa Agus Subiyantoro, seorang peternak sapi di Desa Bodag yang jeli, melakukan usaha penggemukan sapi. Ia dan keluarganya konsisten mengambil peluang usaha dibidang ini, lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dengan modal sendiri dan sangat terbatas, ia sanggup untuk mencukupi dan menghidupi keluarganya. Bahkan sampai saat ini Agus masih dipercaya oleh para pengusaha daging lokal di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, untuk merawat sapi titipan sebelum disembelih ataupun sapi yang akan dijadikan korban.

Modal usaha yang dikeluarkan untuk satu ekor sapi tergantung dari umur, besar kecilnya sapi, dan jenis sapi. Bila sapi anakan atau disebut pedet harganya berkisar 6 juta sampai 8 juta, tetapi juga tergantung negosiasi antar pedagang sapi. Untuk sapi yang sudah remaja harga 8 juta sampai 17.5 juta, untuk jenis limousine. Dibandingkan jenis sapi yang lain bibit sapi jenis limousine lebih mahal. Peternak dan pedagang yang berasal dari Desa Bodag ini rata-rata memilih jenis sapi limousine, disukai pembeli karena postur tubuh sapi yang besar sehingga bisa menghasilkan daging rata-rata sekitar  3 kwintal lebih. Proses penggemukan juga relatif lebih cepat, apabila nutrisi makanannya cukup dan tepat.

Keuntungan yang didapatkan para peternak sapi di sini cukup lumayan. Satu ekor sapi dengan harga kulakan 17 juta, setelah dilakukan proses penggemukan selama 6 bulan, harga sapi bisa mencapai 30 juta. Keuntungan kotor dalam 6 bulan seekor sapi bisa mencapai 13 juta. Keuntungan bersih satu ekor sapi jenis limousine rata-rata 1 – 1.5 juta perbulan. Hal ini kondisinya juga relatif sama dengan keuntungan jasa penitipan sapi, seperti sapi-sapi yang dititipkan oleh para pengusaha daging lokal sebelum disembelih, bila dihitung biaya yang dikeluarkan sekitar 1.5 juta dengan keuntungan sekitar  500 ribu sampai  1 juta.

IMG_20160731_092319 IMG_20160731_094206

Awak Beritamadani.co.id bertemu dengan Agus Subiyantoro, peternak sapi, Warga Dusun Krajan, Desa Bodag, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, menyampaikan.”Saya dan orangtua saya di Bodag ini sudah beberapa tahun ini menggeluti usaha penggemukan sapi”.”Hasilnya cukup menguntungkan, bisa dijadikan sumber pendapatan untuk keluarga”.”Satu ekor sapi dari kulakan 17 juta, dalam enam bulan, sapi bisa laku sampai 30 juta, untuk jenis sapi limousine”.”Untuk jasa perawatan sapi sebelum disembelih, saya tidak memathok harga, tetapi rata-rata keuntungan bersih antara 500 ribu sampai 700 ribu”.”Pakan yang saya gunakan disini seperti makanan sapi pada umumnya rumput gajah, yang kebetulan diambil dari kebun sendiri dan bila kurang saya membeli dari penjual rumput yang ada di sekitar Desa Bodag”.”Makanan tambahan disini berasal dari kulit ubi kayu, limbah proses pembuatan kolong klithik”.”Dari makanan tersebut sapi-sapi saya tumbuh dengan cepat dan sehat-sehat”.”Pengelolaan limbah sapi milik saya, sebagian kita gunakan untuk pupuk kandang di kebun, sebagian lagi dikumpulkan untuk biogas ditempat penampungan sebelah selatan kandang, tetapi warga belum maksimal dimanfaatkan”.” Yang disayangkan adalah tempat keberadaan kandang sapi keluarga saya ini, katanya aparat desa tanah milik desa”.”Dan rencananya akan dijadikan jalan kampung”.”Keluarga saya mulai dari mbah dan bapak saya juga menempati rumah dan tanah ini, turun temurun”.”Aparat desa kapan hari yang lalu meminta untuk persetujuan hibah akan tanah yang menjadi kandang sapi saya ini”.”Sepertinya tidak ada ganti rugi dan keluarga saya sudah ikhlas untuk pindah mencari tempat kandang yang baru”.

Bila melihat kondisi di sekitar tempat penggemukan sapi ini. Ada beberapa keluarga yang melakukan usaha penggemukan sapi. Peluang usaha ini cukup menguntungkan, semoga kepala keluarga yang lain khususnya di Dusun Krajan Desa Bodag, juga terus tetap semangat melakukan usaha penggemukan sapi ini. Limbah kulit ubi kayu dari sentra produksi jajanan camilan kolong klithik dengan cerdas dimanfaatkan sebagai makanan tambahan untuk penggemukan sapi. Sungguh meringankan biaya pakan untuk sapi, sehingga keuntungan bisa lebih besar.

IMG_20160731_094448 IMG_20160731_092359

Berdasarkan pantauan Beritamadani.co.id, potensi dan peluang usaha di Desa Bodag ini juga cukup banyak. Semangat Masyarakat Bodag untuk berusaha cukup tinggi tetapi permasalan juga tidak sedikit. Semangat warga untuk berusaha, tanpa dukungan yang kuat dari pemerintah setempat, menjadi kurang efektif mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, seiring program pemerintah saat ini. Sangat penting akan dukungan permodalan untuk UKM, penyuluhan dari dinas terkait  dan penyelesaian masalah dengan bijaksana. Yang mengedepankan kearifan lokal Masyarakat Pacitan untuk mencari solusi setiap permasalahan yang ada. Khususnya di lokasi-lokasi usaha yang masih ada masalah, seperti di Desa Bodag ini.

Mendukung program desa wajib dilakukan sebagai warga negara, untuk kepentingan bersama. Akan tetapi membuat jalan, tentunya harus dilakukan studi kelayakan dengan mempertimbangan besarnya manfaat bagi seluruh masyarakat dan resiko-resikonya. Bila manfaatnya lebih besar wajib didukung tetapi bila sebaliknya, sebaiknya jangan dilakukan. Jangan ada lagi kebijakan yang tidak pro rakyat dan hanya mementingkan kepentingan pihak tertentu ataupun golongan, untuk kesejahteraan Masyarakat Pacitan, khususnya Dusun Krajan, Desa Bodag, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan yang kita cintai.(Diana)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL