Pagelaran Wayang Kulit “Wahyu Katentreman” di Blabak Culture Festival 2025
5 mins read

Pagelaran Wayang Kulit “Wahyu Katentreman” di Blabak Culture Festival 2025

Kediri, www.beritamadani.co.id – Pemerintah Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Katentreman” bersama Ki Kondho Srinanjaya (Ki Dalang Sun Gondrong) diringi karawitan Raras Kawiryan, Campursari Kidung Manggala dan Guest Stars Uncek Sanusi, Sabtu (20/09/2025).

Pagelaran Wayang kulit ini merupakan puncak acara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1146 di Kelurahan Blabak. Rangkaian acara “Blabak Culture Festival 2025” antara lain senam pagi, bazar UMKM, pentas seni, live musik dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Pagelaran Wayang Kulit ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kediri, Forkopimcam, Camat Pesantren, Kapolsek Pesantren, Danramil Pesantren, Kepala Kelurahan Blabak beserta staf, Ketua LPMK dan jajarannya, Ketua RW, Ketua RT, Pengurus TP PKK Kelurahan Blabak dan seluruh warga Kelurahan Blabak.

Acara wayang kulit ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan tari pembukaan tari Sradan Suci dari sanggar Panji Sasono Nusantara pimpinan Yustyono Fatoni, S.Kom.

Tari Sradan Suci menceritakan tentang panembahan terhadap Tuhan dalam memohon kepada-Nya agar diberikan kelancaran, keberkahan dan keselamatan.

“Ini merupakan suatu momen yang luar biasa menyenangkan bagi seluruh warga terutama budaya yang ada di Kelurahan Blabak dan tidak kalah pentingnya menumbuhkan ekonomi kreatif bagi seluruh warga Kelurahan Blabak. Dengan demikian diharapkan dapat kecukupan pangan dan ketahanan pangan Kota Kediri menjadi lebih kuat. Ini merupakan kebijakan dari Kelurahan, semoga akan berlanjut di tahun-tahun mendatang”, terang Gianto, Ketua Panitia PHBN Kelurahan Blabak.

Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Blabak, M. Rizky Zakaria, S.IP., MM menyampaikan “Pagelaran Wayang Kulit ini merupakan puncak acara PHBN, HUT ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1146 di Kelurahan Blabak. Kegiatan PHBN diawali dengan Karnaval, Kirab Budaya dengan tajuk “Blabak Independence Carnival 2025″ pada 30 Agustus 2025 yang diikuti oleh 31 regu dari seluruh RT se Kelurahan Blabak dan 9 regu dari lembaga pendidikan yang ada di Kelurahan Blabak”.

“Kegiatan Blabak Culture Festival 2025 dilaksanakan Sabtu, (20/09/2025) berlangsung dari pukul 07.00 wib melaksanakan senam sehat bersama Ibu-ibu kader kesehatan, kader PKK dan warga Kelurahan Blabak dilanjutkan dengan bazar UMKM yang diikuti seluruh RW dan kelompok tani Kelurahan Blabak, pentas seni dari lembaga pendidikan yang ada di Kelurahan Blabak, dilanjutkan dengan Live musik walaupun hujan tapi tetap membawa berkah”, terangnya.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan kembali ditahun-tahun yang akan datang, kami mohon support dan dukungan dari warga Kelurahan Blabak dan juga dari segenap panitia yang bertugas juga tak lupa dukungan anggaran dari APBD Kota Kediri”, harapnya.

“Kepada seluruh warga yang menyaksikan wayang kulit mohon dijaga ketertiban dan kebersihannya karena lapangan Jegles juga lapangan kita semua”, pungkasnya.

Wali Kota Kediri yang diwakili oleh Drs. Mandung Sulaksono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kediri berpesan kepada seluruh warga agar menjaga dan membela Kota Kediri.

“Kota Kediri Mapan, Blabak Istimewa. Kita selaku warga Kota Kediri wajib menjaga dan membela Kota Kediri. Amankan Kota Kediri. Ayo kita hidupkan lagi keamanan lingkungan, jangan sampai kebobolan. Mbak Wali menitipkan pesan ayo kita jaga lagi, kita aktifkan lagi poskamling. Pemerintah wajib memfasilitasi dan mencarikan solusi terhadap semua permasalahan yang ada”.

“Mbak Vinanda sudah menyampaikan program-program yang pro dengan warga Kota Kediri, sudah launching mobil masyarakat, terkait pengaduan Halo Mbak Wali 112, ada sesuatu permasalahan laporkan ke Wali Kota. Pemerintah Kota akan segera turun untuk mengkaji dan merumuskan permasalahan yang ada di Kelurahan Blabak pada khususnya dan secara umum permasalahan di Kota Kediri. Mobil Masyarakat keperuntukannya untuk warga masyarakat di Kelurahan tapi bukan untuk rekreasi, hanya untuk kebutuhan warga yang memerlukan tindakan cepat seperti sakit dan melahirkan. Mobil Masyarakat siaga 24 jam. Semua peruntukan akan diatur melalui keputusan Wali Kota Kediri, tunggu saatnya nanti tidak terlalu lama, mobil di 46 kelurahan akan mendapatkan mobil siaga. Dukung Kelurahan, dukung Kecamatan, Kapolsek, Danramil, untuk mewujudkan kota Kediri yang Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman dan Ngangeni)”, himbauannya.

Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, disisipi dengan penyerahan sertifikat penghargaan peserta karnaval “Blabak Independence Carnival 2025” yang diwakili oleh beberapa RT dan lembaga pendidikan yang ada di Kelurahan Blabak.

Dilanjutkan dengan penyerahan gunungan secara simbolis dari Drs. Mandung Sulaksono selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kediri kepada Ki Sun Gondrong sebagai simbol dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Katentreman”.

Saat dikonfirmasi awak www.beritamadani.co.id, Ki Sun Gondrong menceritakan bahwa, “Wahyu Katentreman itu Manunggaling Kawula Gusti (di dalam diri manusia terdapat roh yang berasal dari roh Tuhan, red), mengutamakan toleransi dan saling menghormati antara pejabat dengan masyarakat. Dengan adanya toleransi bisa menjadikan ketentraman Nusantara”.

Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Katentreman” berlangsung dengan tertib, aman dan terkendali mulai Jejer wayang (adegan pembuka dalam pertunjukan wayang) sampai dengan Tancep kayon (dalang menancapkan wayang gunungan atau kayon di tengah layar (kelir) sebagai penanda bahwa pertunjukan wayang telah selesai). (dy-bmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *