Malang, www.beritamadani.co.id – Untuk mencari solusi agar kesejahteraan para pengemudi angkutan kota yang ada di Malang, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak audensi dan ngobrol bareng bersama para sopir angkutan kota di Terminal Arjosari.

Kegiatan yang dipandegani Dishub Kota Malang ini dihadiri sekitar 150 sopir dari beberapa paguyuban angkot, juga ditandai dengan pemakaian kaos oleh para sopir, bahkan Wahyu Hidayat memakaikan langsung kepada perwakilan sopir secara langsung.

Kegiatan ini bertujuan untuk menampung keluhan para sopir yang merasa penghasilannya minus yang dikarenakan banyaknya angkutan online.

Budi salah satu sopir menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Kota Malang, saat ini uji KIR sudah gratis bagi angkot. Namun kalau bisa ditambah insentif dengan adanya potongan saat membayar pajak.

“Kami semua ingin pemimpin yang lebih amanah lagi. Saya harap sisa waktu jabatan Pak Pj bisa menampung aspirasi kami. Kami ini warga Malang, enak diajak ngobrol, tolong Pak, pajak dapat potonganlah dari Bapenda,” pinta Budi.

Tak mau ketinggalan Fredi perwakilan dari Jalur ADL menuturkan, saat ini angkutan online, baik roda dua (R2) dan roda empat (R4) sudah ramai. Bahkan mobil bisa ambil penumpang di tempat strategis dan parkir sembarangan.

“Belum lagi Bus Bagong yang sudah menjamur dan bisa langsung turun di Arjosari. Ada juga Bus Halokes yang gratis bagi anak sekolah, sakit Pak hati saya, sudah nunggu di depan sekolah tapi ternyata mereka nunggu Bus Halokes. Padahal anak sekolah itu bisa menambah pendapatan bagi angkot,” jelasnya.

Masih menurut Fredi, mobil online seharusnya tidak boleh ambil penumpang di tempat strategis, seperti stasiun dan terminal. Ia juga mengaku tidak sanggup kalau harus mencicil mobil baru untuk program transportasi publik ini.

“Tolong kami diperhatikan Pak, angkot itu simbolnya Kota Malang, biru Arema,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Sumarsono Sekretaris Paguyuban AG, meminta agar penerangan di Terminal Arjosari diperbaiki. Pasalnya, para penumpang merasa takut saat malam hari masuk di Terminal Arjosari karena terlalu gelap.

“Saya mohon untuk penerangan di tempat ini bisa diperbaiki agar para penumpang tidak merasa takut masuk di terminal, sehingga apa bila mereka mau naik angkot tidak ketakutan,” beber Sumarsono.

Menanggapi aspirasi para sopir angkot, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, terkait potongan pajak, pihaknya melalui Dinas Perhubungan akan menyurati provinsi. Mengingat pajak STNK menjadi kewajiban agar bisa melakukan uji KIR.

“Tolong nanti Ketua Paguyuban bisa mengirim surat kepada kami, untuk diteruskan ke Provinsi. Sementara untuk Bus Halokes itu memang sudah kewajiban Pemerintah menyediakan transportasi publik. Namun nantinya bisa diintegrasikan atau berdiri sendiri,” jelas Wahyu.

Lebih lanjut, terkait penerangan, Wahyu mengatakan, pihaknya sudah melakukan renovasi. Bulan depan akan terpasang lampu jalan dengan sel surya.

Menanggapi anjloknya penghasilan bagi para sopir angkot Wahyu berjanji akan mencarikan solusi.

“Panjenengan semua juga tidak mencicil mobilnya karena disediakan oleh Pemerintah. Bapak-bapak semua menjadi sopir yang digaji bulanan di atas UMR. Namun kami perlu mengkaji betul agar tidak terjadi gesekan sosial di masyarakat,” terang Wahyu.

Sopir lainnya, Yoel mengaku senang diajak berdiskusi. Menurutnya, diskusi ini penting daripada hanya memanggil perwakilan dari sopir angkot.

“Tadi juga sudah disaksikan semua, ada Pj Wali Kota, Kadishub, sopir dan wartawan. Itu akan menjadi bukti untuk terus menagihnya dimasa depan,” pungkasnya.

Sementara itu di tempat yang sama Kadishub R. Saleh Widjaya saat di konfirmasi awak media menjelaskan untuk terus berkoordinasi, “Kami akan selalu berkoordinasi baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar kami tidak salah melangkah dan bisa memberikan jalan yang terbaik bagi para sopir angkot.Dan ini akan terus kami lakukan untuk acara “Ngangkut” ini agar kami bisa langsung mendengar keluhan para sopir dan bisa mencari jalan keluarnya, “papar Widjaja. (Yuni)

Previous post <strong>Pemkot Kediri Terus Gempur Peredaran Rokok Ilegal</strong>
Next post Pemerintah Kabupaten Kediri Gelar ASNFest Tahun 2024