Kediri, www.beritamadani.co.id – Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 Kg di wilayah Kecamatan Banyakan, Pare dan Kunjang, Pemerintah Kabupaten Kediri bergerak cepat menerjunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan.

Tim yang terdiri dari Dinas Perekonomian, perdagangan, Satpol PP, DKPP didampingi oleh pihak Pertamina menyebar menuju lokasi, (12/6/2024).

Tim pertama langsung menuju lokasi Agen PT. Tegal Ombo Makmur Pare, menurut pemilik agen tidak ditemui kelangkaan di sekitar wilayah Pare. Dari agen semua tabung gas 3 Kg langsung didistribusikan ke pangkalan-pangkalan sesuai dengan jumlah yang telah dikontrak.

Dari wilayah Kecamatan Pare, tim menuju lokasi pangkalan di Kecamatan Kunjang. Di daerah tersebut distribusi tabung gas 3 Kg juga normal tidak ada keterlambatan, bahkan saat berada di salah satu pangkalan ada truk yang sedang menurunkan tabung gas bersubsidi tersebut.

Dijelaskan oleh Agung Wijaya Sales Branch Manager Pertamina wilayah Kediri bahwa untuk penyaluran gas LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Kediri per bulan Juli ini ada tambahan pasokan sebesar 82.600 tabung dan pada bulan Mei lalu juga telah mendapatkan tambahan sebanyak 55.600 tabung.

“Sehingga total tambahan tabung pada bulan Mei dan Juli sebanyak 138.200 tabung”, terangnya.

Agung menambahkan, jumlah agen LPG di Kabupaten Kediri sebanyak 31 agen dengan total pangkalan sejumlah 1.365. Sampai saat ini kendala dalam penyaluran gas LPG 3 Kg dipastikan tidak ada.

“Kami salurkan LPG 3kg sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Saya pastikan pula harga gas LPG 3 Kg yang disalurkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambahnya.

“Maka dari itu kami ajak kepada semua konsumen agar membeli LPG 3 kg dipangkalan resmi yang telah ditunjuk,” ajaknya.

“Disamping itu juga telah tersedia tabung bright gas 5,5 kg atau 12 kg untuk non subsidi bagi masyarakat menengah ke atas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, dalam menanggapi informasi kelangkaan gas LPG 3 kg, pastinya informasi tersebut harus dicek dulu kebenaranya, apakah kelangkaan tersebut terjadi di toko/pengecer atau dari pangkalan resminya.

Yang kedua, terjadinya stok menipis dipangkalan kemungkinan karena waktu pengirimannya, karena armada agen butuh waktu untuk mensuplai kepangkalan-pangkalan di semua wilayah dan hanyalah terkendala waktu saja.

“Saya pastikan kembali stok LPG 3 kg di pangkalan cukup untuk pelayanan masyarakat, baik untuk pelaku UMKM dan rumah tangga,” ungkapnya.

Ditemui usai kegiatan Monev Roni Jatmiko dari Dinas Perdagangan menyampaikan, hari ini kita bersama tim telah melaksanakan monitoring dan evaluasi penyaluran gas LPG 3 kg di salah satu agen dan pangkalan di Kecamatan Pare dan Kunjang.

“Hasil dari monev kali ini tidak terdapat kelangkaan, namun karena terdapat libur panjang beberapa hari yang lalu suplay tabung gas agak terhambat”, jelasnya.

Masih oleh Roni, kita patut bersyukur, tadi mendapatkan tambahan tabung gas dari Pertamina untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Kediri.

“Saya berharap dengan adanya tambahan dari Pertamina ini akan dapat mengantisipasi adanya kelangkaan gas LPG 3 kg,” harapnya.

Terakhir, kepada masyarakat untuk membeli sesuai dengan kebutuhannya jangan panic buying, karena itu merupakan salah satu penyebab kelangkaan gas LPG bersubsidi, karena stok dipastikan cukup. (diskominfokdr)

Previous post <strong>Dewan Kehormatan PWI Pecat Sekjen PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah dari Anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)</strong>
Next post <strong>Indonesian Journalist Watch (IJW) Minta PPATK Telusuri Aliran Dana PWI Gate Empat Oknum PWI Pusat</strong>