Kediri, www.beritamadani.co.id – Pemerintah Kabupaten Kediri serius dalam menangani masalah sampah utamanya sampah plastik di lingkungan Kabupaten Kediri. Paska kegiatan pameran dalam HUT Kabupaten Kediri ke-1220 25 Maret bulan lalu, banyak peserta dan pengunjung yang datang di kawasan Simpang Lima Gumul dan tidak lepas dari adanya bungkus makanan dan minuman baik kertas maupun plastik.

Dengan menggandeng sejumlah komunitas seperti Forum relawan lingkungan dan para petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kabupaten Kediri mengadakan kegiatan dengan mengusung tema “Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif”. Kegiatan ini merupakan sarana sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah yang dilaksanakan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2024 dan sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1220.

Untuk menggugah semangat, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama “Kediri Berbudaya Bersih” menuju bebas sampah. Dalam aksi nyata membersihkan sampah, tim pekerja DLH Kabupaten Kediri bagi menjadi beberapa kelompok ada yang membersihkan lapangan dan ada yang fokus di bundaran monumen SLG juga membersihkan sungai sekitar.

Putut Agung Subekti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dalam sambutannya mengatakan jangan sampai kegiatan ini hanya semata-mata sebuah gerakan tapi bagaimana hal ini dapat menjadi perilaku kita sehari-hari. Bayangkan saja jika jumlah penduduk di Kabupaten Kediri 1,6 juta kalau masing-masing menghasilkan sampah setengah kilogram saja maka jumlah sampah yang ada mencapai kurang lebih 800 ton per harinya.

“Mari kita bersama-sama budayakan mengatasi masalah sampah, memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, jangan sampai sampah-sampah tersebut dibuang sembarangan apalagi ke sungai”.

Putut menambahkan, dengan kegiatan ini bagaimana kita dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk berbudaya bersih menuju Kabupaten Kediri dan khususnya kawasan Simpang Lima Gumul bersih dan bebas sampah.

“Dengan aksi nyata semacam ini, sampah akan dapat dikelola dengan baik dan dipilah sejak pada sumbernya”, terangnya.

Alhamdulillah, pada 5 Maret 2024 kemarin, Kabupaten Kediri melalui Kota Pare telah mendapatkan sertifikat “Adipura” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ini adalah langkah awal yang patut kita syukuri hasilnya dan harus bekerja lebih keras lagi untuk dapat meraih Piala Adipura.

Persoalan sampah menjadi atensi luar biasa dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Beliau selalu menekankan bagaimana pengelolaan sampah itu dari hulu sampai hilir, jadi tidak bisa salah satu sisi saja. (Dlh Kab Kediri)

Previous post Produktivitas Padi di Kabupaten Kediri Kian Merangkak Naik berkat Program DITO
Next post Mas Dhito Gelar Halalbihalal, Aktif Ajak Interaksi Anak-Anak