Jakarta, www.beritamadani.co.id – Accor, grup perhotelan terkemuka di Indonesia, dalam rangka Hari Batik Nasional, mengundang para tamu untuk merayakan kekayaan lokal Indonesia melalui penawaran KarnavALL Batik Nusantara di hotel dan resor di lebih dari 30 destinasi di seluruh negeri. Tema “Wonders of Nature” mengambil inspirasi dari keindahan flora dan fauna Indonesia yang menawan, yang mewujudkan semangat harmoni dan warisan budaya.

Hari Batik Nasional secara resmi diperingati setiap tanggal 2 Oktober, bertepatan dengan pengakuan resmi UNESCO pada tahun 2009 atas Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Pada perayaan spesial ini, bekerja sama dengan komunitas lokal dan UMKM batik, para tamu diajak untuk menyelami dunia batik yang mempesona dengan penawaran kamar eksklusif termasuk sarapan lezat, oleh-oleh batik yang dipilih dengan cermat, atau suvenir berbahan batik. Pengalaman membatik yang mendalam lainnya juga disediakan di hotel-hotel, seperti hidangan teh sore bernuansa batik, pameran UMKM lokal yang menginspirasi, peragaan busana batik yang indah, lokakarya membatik, talkshow batik yang menarik, dan banyak lagi.

“Kami dengan bangga mempersembahkan KarnavALL Batik Nusantara – Wonders of Nature sebagai sarana untuk mempromosikan keunikan dan kekayaan batik, tidak hanya mencakup hotel dan resor kami di seluruh Indonesia, namun juga menginspirasi lebih dari sekadar pengalaman menginap. Kami dengan sepenuh hati mendukung inisiatif pemerintah dan menyadari pentingnya pemberdayaan komunitas lokal. Dukungan kami diperluas ke mitra ekonomi kreatif dan UMKM, dan tujuan kami adalah menginspirasi kejayaan Indonesia melalui seni batik,“ kata Garth Simmons, Chief Executive Officer of Accor’s Premium, Midscale and Economy Division in Asia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Unomenyampaikan, “Saya memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas perayaan yang memancarkan semangat dan keindahan budaya batik yang begitu berharga dalam sejarah dan warisan budaya kita. Batik bukan hanya sebuah kain indah, tapi juga sebuah cerita tentang identitas kearifan lokal dan kreativitas tanpa batas.”

Dalam perayaan ini, tak ketinggalan Grand Mercure Malang Mirama gelar acara Fashion Show dengan berkolaborasi bersama 2 lokal designer ternama di Malang Raya yakni Boy Barja & Feby Ayusta dengan “Sustainable Fashion” dari kain – kain bekas jeans yang dikombinasikan dengan wastra Indonesia. Uniknya, kegiatan ini dilakukan oleh para Bapak & Ibu Kepala Bagian yang menjadi model dengan berkolaborasi para model cilik dari Focus Model Management milik Boy Barja. Acara digelar di area kolam renang di pagi hari kemudian dilanjut acara talkshow di area Coffee Cafe Malang.

Diungkapkan oleh Sugito Adhi selaku General Manager Grand Mercure Malang Mirama bahwa kegiatan ini juga masuk kedalam rangkaian Anniversary dari Grand Mercure Malang Mirama mulai dari tanggal 01 – 15 Oktober 2023.

“Di area lobby kita juga berkolaborasi dengan salah satu Batik dari Malang yakni Batik Soendari jauh sebelum peringatan Hari Batik, dimana para tamu bisa mencoba membatik dan melihat beberapa produk khas dari Malang Raya.” ungkap Sugito Adhi.

Para tamu dapat melakukan reservasi untuk penawaran menarik ini di https://all.accor.com/promotions-offers/hot-deals-offers/owm016387-001-karnavall-batik-nusantara.id.shtml mulai 2 Oktober hingga 31 Desember 2023, untuk masa menginap antara tanggal 4 Oktober sampai 31 Desember 2023. Sebagai suguhan istimewa dalam perayaan meriah ini, anggota ALL – Accor Live Limitless akan menikmati diskon eksklusif sebesar 5%, sedangkan anggota Accor Plus dapat menikmati diskon eksklusif sebesar 10%. Menjadi anggota ALL – Accor Live Limitless sangatlah mudah dan gratis dengan mengunjungi www.all.accor.com. (Mercure)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post <strong>Bakesbangpol Kota Malang Mengadakan Pendidikan Wawasan Kebangsaan untuk Masyarakat Klojen</strong>
Next post <strong>Dinamika Politik Myanmar dan Masa Depan Demokratisasi & Regionalisme Asia Tenggara</strong>