Kota Malang, www.beritamadani.co.id – Tidak ada program 100 hari kerja yang diemban PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat ,M.M., setelah masa jabatan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, yang berakhir. Fokus saat ini adalah mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Pemkot Malang.

Hal ini disampaikan kepada awak media pada Senin, (25/9/2023) PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat ,M.M., menjelaskan bahwa fokus saat ini adalah mengatasi berbagai permasalahan prioritas,  yang dihadapi Kota Malang.

“Saya hanya meminta kepada para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) program dan kegiatan yang perlu dilaporkan kepada saya dari prioritas permasalahan, atau mungkin ada masalah dengan solusi yang ada di OPD masing-masing untuk menerima laporan-laporan dari para OPD itu,” ujarnya.

Mereka berdua menyampaikan bahwa kini mereka tengah melakukan inventarisasi terhadap program-program yang dianggap menjadi prioritas dan masalah di Kota Malang. Ini dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah yang akan diambil dalam waktu dekat.

“Kemudian nanti kita akan tindaklanjuti terkait dengan kutipan yang tadi pagi saya sampaikan, ya Pemerintah minta Presiden sama Pak Mendagri terkait dengan; stunting, inflasi, kemiskinan ekstrim, layanan publik tentu saja,” tambah Wahyu Hidayat.

Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan, bahwa berbagai isu penting, termasuk ekonomi kreatif, telah dilaporkan kepada Pemerintah Pusat. Namun, saat ini fokus utama adalah mengumpulkan masukan dari berbagai pihak sebelum mengambil keputusan terkait solusi-solusi yang akan diterapkan.

“Untuk program 100 hari kerja tidak ada. Pokoknya semua yang menjadi PR saya, segera kita selesaikan,” tambahnya.

Dengan berakhirnya masa jabatan periode 2018-2023, fokus Pemerintah Kota Malang saat ini adalah menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh kota ini. Harapannya adalah bahwa dengan langkah-langkah yang tepat, Kota Malang akan terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup warganya. (Nazila Aisy Zahra/IAIN Ponorogo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post <strong>Komunitas Difabel Creative Community mengadakan Audiensi dengan DPRD Kota Malang</strong>
Next post <strong>Kosmopolitan Nusantara: Berbagi Pengalaman Mengurus Selangor Sebagai Model Malaysia Madani</strong>