Kota Malang, www.beritamadani.co.id – Tim Anggaran Pemerintah Kota Malang (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang telah mensepakati target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang sebesar Rp 1.179.181 683.130,-.

“PAD tersebut berasal dari pajak daerah sebesar Rp. 1.000.006.000.000,- retribusi daerah sebanyak Rp. 53.267.985.400,-. Disamping itu ada dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebanyak Rp. 28.696.022.152,- dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp. 97.211.675.578,-“ beber Jubir Banggar DPRD Kota Malang Amithya Ratnaggani Sirraduhita dalam Rapat Paripurna beragendakan Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2023. Kamis (24/11/2022).

Amithya juga mengemukakan pendaparan transfer dari hasil pembahasan sebesar Rp. 1.375.148.050.223,- dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebanyak Rp. 7.500.000.000,-.

“Untuk jumlah belanja dari perangkat daerah pagu dari hasil pembahasan mencapai Rp. 2.811.764.973.353,- yang sebelumnya pagu rancangan APBD (Anggaran Pendapatan Bekanja Daerah) sebesar Rp. 2.578.616.351.778,-. Artinya ada penambahan belanja daaerah sebesar Rp. 233.148.621.575,-” urainya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan untuk pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan telah disepakati sebesar Rp. 249.935.340.000,-.

Dikatakannya pergeseran anggaran belanja antar program atau kegiatan maupun sub kegiatan dari perangkat daerah dapat dilakukan berdasarkan alokasi anggaran hasil pembahasan antara TAPD dengan Banggar pada Rancangan APBD 2023.

“Penambahan program, kegiatan atau sub kegiatan dapat dilaksanakan oleh perangkat daerah yang menerima anggaran dari Dana Alokasi Khusus Fisik atau Non Fisik, anggaran dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur maupun anggaran yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya mendorong E-tax harus dilaksanakan secara masif terutama pada 4 sektor pajak yaitu pajak restauran, pajak hotel, pajak hiburan dan pajak parkir.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Amithya menyampaikan beberapa rekomendasi bahwa pajak daerah tahun 2023 meningkat daripada tahun 2022. “Untuk memenuhi target pajak daerah sebanyak Rp. 1.000.006.000.000,- diperlukan keseriusan dan kesiapan yang matang, melakukan kajian serta penataan Sumber Daya Manusia yang cakap dan mumpuni,” sarannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika memberikan apresiasi target PAD Kota Malang tahun 2023. “Yang pertama PAD kita masih potensi. Artinya PAD kita luar biasa diatas 1 triliun,” tutur Made.

“Kemudian kita mendapat dana transferan dari pusat. Yang paling banyak mendapat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),” imbuhnya.

Made mengatakan resesi yang menjadi trauma, ternyata tidak terjadi di Kota Malang. “UMKM kita berjalan, kegiatan masyarakat juga berjalan terutama pajak hotel pajak restoran luar biasa kenaikannya, sehingga kita harapkan ini benar-benar menjadi potensi yang bagus di Kota Malang tahun kedepannya,” jelas politisi asal Bali.

Pihaknya optimistis target PAD dapat diraih. “Kita meyakini bahwa perekonomian kita baik-baik saja, terutama di tingkat nasional supaya tidak sampai terjadi resesi dan kita percaya dengan kabinet yang sekarang dipimpin Pak Jokowi. Kita yakin mampu mengendalikan itu,” terang Made.

Hal senada disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji. “Tentu kami atas nama Pemerintah Kota Malang mengucapkan ribuan terima kasih yang telah mensepakati kesepakatan bersama. Sehingga tahun ini perjalanan sejarah kita. Dulu 2018 itu 1,8 triliun, namun sekarang kita targetkan 2,8 triliun. Ada kenaikan 1 triliun. Saya kira itu prestasi,” ucapnya.

“Saya mohon nanti dari teman-teman media untuk mengawal terus. Ini kan asumsi pendapatan kita termasuk tinggi, maka kami mohon dikawal jangan ada kebocoran,” pinta Sutiaji.

Sutiaji menilai kesadaran masyarakat dalam membayar pajak juga semakin tinggi. Dirinya pun berharap terus ada penguatan. “Bagaimana pengendalian inflasi, bagaimana

“Penekanan kemiskinan dan sebagainya yang menjadi prioritas kami. Maka harapannya itu menjadi konsentrasi kami kedepan, plus 2023 ini masalah penanganan banjir yang sudah berbasis buku pintar bisa diminimalisir,” tandasnya. (Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post <strong>Berikan Bantuan ABM Mas Dhito Bangkitkan Semangat Disabilitas</strong>
Next post <strong>Kapolres Kediri Kota Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Lantas</strong>