Kota Malang, www.beritamadani.co.id – Aplikasi Sam Gepunbasa Pemkot Malang resmi diluncurkan. Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan, hadirnya aplikasi Sam Gepunbasa ini merupakan hasil kolaborasi bersama kader Tim Penggerak PKK Kota Malang yang dibantu oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang. Dimana fokusnya yakni terkait pendataan berbasis dasawisma di tingkatan yang paling bawah.

Menurutnya, siklus pembaharuan data dari Aplikasi Sam Gepunbasa berbeda dengan pembaharuan data yang tersaji di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Karena jika di BPS Kota Malang Sutiaji mengatakan siklusnya tahunan dan metode yang digunakan sampling.

“Sam Gepunbasa itu siklusnya bukan tahunan, dia bulanan akan update data terus. Kalau di BPS itu pakai sampling, sekarang (Sam Gepunbasa) by name by address. Sekarang orang yang punya data yang banyak dicari orang,” ungkap Sutiaji kepada www.beritamadani.co.id .

Sam Sutiaji  juga menyampaikan, big data dasar yang dihimpun ke dalam Aplikasi Sam Gepunbasa sangat luar biasa. Setidaknya terdapat 12 macam item data yang tersaji. Karena satu orang dapat mengisi sampai 106 instrumen.

Mulai dari data; kesehatan, sosial, pendidikan, ekonomi, transportasi, komunikasi dan informasi, lingkungan, pertanian, perizinan,  kepemudaan, olahraga dan pariwisata, minat baca, hingga kependudukan.

Lebih lanjut, hingga saat ini sudah ada 175 ribu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar pada Aplikasi Sam Gepunbasa. Dimana nantinya akan terus ditambah hingga mencapai jumlah penduduk Kota Malang yang berjumlah sekitar 900 ribu jiwa.

“Untuk admin kita saat ini sementara 133, tiap kelurahan kita buat dua jadi 57 kali dua ada 114, admin kecamatan ada 5 dan admin kota 14,” imbuh Sutiaji.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji menjelaskan, adanya Aplikasi Sam Gepunbasa menunjukkan peran aktif para kader TP PKK mulai dari tingkatan kota hingga ke RT/RW untuk membantu proses pendataan berbasis dasawisma yang diperoleh dari masyarakat.

“Diskominfo di sini partner kita dalam pembuatan aplikasi dan juga mengambil data dasar dari OPD. Data dasar dari OPD insya Allah itu belum lengkap, maka tugas tim penggerak PKK Kota Malang melengkapi data tersebut,” terang Widayati.

Untuk mekanisme pendataannya, nantinya para kader TP PKK diberikan angket yang disebarkan hingga ke dasawisma. Kemudian dasawisma nantinya yang akan mengisi angket untuk pendataan. Kemudian dikirim ke admin di masing-masing tingkatan.

“Nanti admin yang akan menginput data. Data akan berkumpul menjadi big data dan itu resumenya bisa kita berikan kepada Pemerintah Kota Malang dan OPD dalam mengambil kebijakan,” beber Widayati.

Intinya dengan adanya Aplikasi Sam Gepunbasa, Widayati berharap dapat tercipta efisiensi anggaran dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena tidak perlu lagi melakukan penganggaran dari masing-masing OPD untuk pendataan, hanya menggunakan data dari Aplikasi Sam Gepunbasa data secara komprehensif akan tersaji.

Disinggung mengenai insentif bagi operatornya Ketua Tim Pengerak PKK Kota Malang menjelaskan, bahwa untuk saat ini akan diberikan insentif sebesar Rp.600.000,- untuk satu orang. (Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Kodim 0833/Kota Malang Gelar Binsiap Apwil dan Puanter Semestar I TA 2022
Next post Peringatan Ulang Tahun ke-48 DPD PPNI Kabupaten Kediri