“Dikenal Tapi Laku”, Semboyan Pelaku UKM Kelud Mandiri

IMG-20191130-WA0037 IMG-20191130-WA0022

Kediri, www.beritamadani.co.id  – Pada Hari Jumat, 29/11/2019, memanfaatkan peluang ekonomi diera perang dagang, Paguyuban  Kelud Mandiri yang terdiri dari UKM yang ada di wilayah Kabupaten Kediri, melaksanakan upaya peningkatan mutu makanan dan minuman di era globalisasi Tahun 2019. Hal ini disampaikan oleh Ketua Paguyuban Kelud Mandiri Gatot GTT, pada pertemuan rutin yang dilaksanakan di Pondok Labu Madu GTT, Dusun Besuki, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri,

Kegiatan  ini masih dalam rangkaian acara pertemuan rutin memasuki bulan keempat menjelang akhir Tahun 2019. Gatot GTT selaku koordinator Paguyuban Kelud Mandiri yang terdiri dari para pelaku usaha kecil menengah mikro, memanfaatkan moment ini mengadakan pertemuan rutin dengan dihadiri kurang lebih sekitar 135 pelaku UKM yang terdiri dari 250 produk. Hal ini juga disampaikan oleh sekretaris Paguyuban UKM Kelud Mandiri, Nani, bahwasanya acara acara ini memanfaatkan beberapa momen dari beberapa lembaga yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.

Hadir dalam acara rutinitas paguyuban UKM ini terdiri dari BPJS Kediri, kemudian Dinas Usaha Mikro dan Koperasi Kabupaten Kediri, juga dari Bank Jatim Cabang Pare Kediri, masing-masing juga memberikan kesempatan untuk memaparkan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, demi majunya usaha mikro menengah dan kecil di wilayah Kabupaten Kediri yang mempunyai karyawan/karyawati/perseorangan.

Sekretaris paguyuban ini juga menuturkan pada www.beritamadani.co.id, bahwasanya momen yang sangat bagus menjelang di akhir Tahun 2019 ini, nantinya bisa menambah mutu dan kualitas baik berpacking maupun situasi dan kondisi memanfaatkan peluang ekonomi di era globalisasi perang dagang ke depan sehingga produktivitas serta peningkatan mutu dan kualitas produk-produk rekan-rekan UKM bisa maju dan juga lebih berkualitas untuk produksinya. Hal yang sama juga disampaikan pula oleh Ketua Paguyuban Kelud Mandiri, Gatot GTT, bahwa momen ini sangatlah penting karena kita selaku pelaku usaha mikro menengah kecil tentu saja tidak dapat bekerja sendiri,melainkan banyak melibatkan berbagai pihak, baik itu karyawan maupun karyawati, nah pada acara ini nantinya BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan penyuluhan terkait dengan kemajuan yang ada di perusahaan masing-masing pelaku UKM.

IMG-20191130-WA0026 IMG-20191130-WA0030

BPJS Ketenagakerjaan ini sangat bermanfaat sekali. Sekitar  3 bulan yang lalu juga telah melakukan pertemuan rutin yang menjelaskan tentang manfaat dan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan untuk kecelakaan kerja serta kematian. Dan di pertemuan menjelang akhir tahun ini BPJS Ketenagakerjaan juga mensosialisasikan untuk yang kedua kalinya, yaitu menambah dengan tunjangan hari tua atau simpanan hari pensiun ,setelah tidak bekerja lagi /usaha berhenti. Ketika karyawan atau pelaku UKM usaha menengah kecil ini, yang menjadi karyawan bisa memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan yang ada di wilayah Kediri. Nantinya bisa menjadi uang saku dimasa depan bagi karyawan maupun karyawati nya. Hal ini demi kesejahteraan bersama di Paguyuban Kelud Mandiri .

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri Raya, Agus, memberikan penjelasan kepada pelaku UKM bahwa pentingnya keikutsertaan dalam BPJS bagi karyawan/karyawati dimana akan memberikan manfaat di kemudian hari. Sehingga karyawan atau karyawati nya di masa-masa mendatang mempunyai dana  pensiun.

Sosialisasi yang pertama 3 bulan yang lalu BPJS ketenagakerjaan juga memberikan sosialisasi tentang keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan yang pertama adalah BPJS Ketenagakerjaan terkait dengan kecelakaan kerja dan kematian namun pada ada season yang kedua ini di Bulan November, BPJS menjelaskan pula bahwa BPJS Ketenagakerjaan juga ada produk tentang tunjangan hari tua atau dana pensiun di kemudian hari. Kelak hal ini nanti akan lebih penting bagi karyawan dan karyawati pelaku UKM sehingga mampu mensejahterakan karyawan dan karyawatinya.

Acara ini juga di lakukan dan dimanfaatkan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Bapak Tunggul yang selama ini memberikan pembinaan kepada pelaku-pelaku UKM, karena mengingat Bapak Tunggul juga akan memasuki masa pensiun di Bulan November ini, sehingga momen ini juga dimanfaatkan langsung oleh Bapak Tunggul, untuk berpamitan kepada rekan-rekan pelaku UKM yang ada di Kediri. Dan harapannya supaya para pelaku UKM nantinya mampu untuk go internasional, memanfaatkan sosial media sebagai sarana dan prasarana untuk menawarkan produk produk olahannya.

IMG-20191130-WA0025 IMG-20191130-WA0021

Lebih lanjut pada moment ini Gatot GTT selaku Koordinator UKM Kelud Mandiri mengatakan, banyak rekan-rekan pelaku UKM yang sudah go internasional dengan kemasan-kemasan atau berpacking yang lebih bagus dari produk-produk yang diolah di wilayah Kabupaten Kediri ini, tidak lepas merupakan jerih payah pembinaan yang dilakukan Bapak Tunggul selaku Kepala Bidang Industri Menengah Kecil yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.

Diacara ini juga dihadiri oleh perwakilan Bank Jatim, selaku mitra usaha menengah kecil yang ada di Paguyuban Kelud Mandiri, akan memberikan sepenuhnya pinjaman untuk modal bagi pelaku UKM,  sesuai dengan prosedur yang sudah dimiliki. Hal ini menjadi kemitraan bagi Bank Jatim untuk mengembangkan usaha bagi rekan-rekan pelaku UKM yang sekarang ini lagi getol-getolnya untuk meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan kualitas usaha mikro menengah kecil baik itu makanan, minuman, maupun properti kerajinan, serta konveksi , yang dilakukan oleh Paguyuban Kelud Mandiri di Tahun 2019 ini.

Toni, Kepala Cabang Bank Jatim Cabang Pare Kediri, berharap kedepan nantinya pelaku UKM yang bergabung pada Kelud Mandiri ini, bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada di era globalisasi, sehingga nantinya mampu bersaing secara baik di Wilayah Jawa timur pada umumnya.

Gatot GTT selaku koordinator Paguyuban Kelud Mandiri yang terdiri pada para pelaku UKM ini, juga mendatangkan seorang motivator untuk memberikan motivasi kepada seluruh rekan-rekan yang hadir dalam acara Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ini, untuk lebih bersemangat berkarya dan memproduksi baik makanan, minuman, kerajinan, maupun konveksi, serta yang lainnya, sehingga nantinya menjadikan usaha mikro menengah ini menjadikan padat karya. (Dhe Panggah / Candra)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL