Kirab Budaya Ritual 1 Suro 1953

IMG-20190904-WA0006 IMG-20190904-WA0004

Kediri,Beritamadani.co.id – Kirab Budaya Ritual 1 Suro 1953, di Petilasan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dilaksanakan pada Hari Minggu,01 September 2019, mulai Pukul 08.00 WIB. sampai Pukul13.00 WIB.

Acara ini dihadiri oleh Pengurus Yayasan Hondodento Yogyakarta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Danramil, Kapolsek, Kepala Wilayah Kecamatan Pagu, Paguyuban-paguyuban budaya dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya,  Drs. Eko Ediono, M.Si., mewakili Bupati Kediri menyampaikan, “Budaya peninggalan leluhur harus kita uri-uri dan yang bertanggung-jawab melaksanakan restorasi budaya adalah kita semua. Kirab Budaya harus melibatkan generasi muda untuk meregenerasi dan mempertahankan nilai-nilai budaya kita untuk dapat dengan mudah dipahami oleh anak cucu kita dan generasi penerus bangsa. Diiringi do’a semoga wilayah Indonesia selalu diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa, selalu tentram kartoraharjo aman tertib tidak kurang suatu apa, masyarakatnya rukun semuanya”.

IMG-20190904-WA0000 IMG-20190904-WA0003

Setelah selesai sambutan, dilanjutkan dengan pemberangkatan Kirab Budaya Ritual 1 Suro mulai dari Balai Desa Menang Kecamatan Pagu, menuju ke Petilasan Sri Aji Jayabaya. Diawali dengan penyerahan Tombak Kyai Bimo dari Yayasan Hondodento kepada perwakilan rombongan kirab.

Rombongan iring-iringan kirab mulai dari Tari Bedoyo, Kepala Desa Menang beserta perangkat desa, Pinisepuh dari Yayasan Hondodento Yogyakarta, Payung Song-song telu (payung bersab tiga), rombongan pinisepuh dari paguyuban-paguyuban yang peduli budaya dan masyarakat sekitar.

Sesampainya di Petilasan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya, para peserta kirab mengadakan ritual khusus yang dilaksanakan dengan khidmad. Setelah selesai melaksanakan ritual khusus, kemudian peserta kirab melanjutkan perjalanan menuju ke Sendang Tirto Kamandanu.

IMG-20190904-WA0001 IMG-20190904-WA0002

Saat dikonfirmasi awak Beritamadani.co.id, Ki Suratin selaku penanggung jawab Pelaksanaan Kirab Budaya Ritual 1 Suro 1953 meyampaikan, “Kirab Budaya Ritual ini mengenang kejayaan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya pada abad ke-11 yang terkenal dengan suatu jangka. Jangka adalah suatu kisah yang sebelum terjadi sudah terbaca oleh Jayabaya. Sang Prabu Sri Aji Jayabaya terkenal sebagai raja yang arif dan bijaksana”.

Semoga dengan diadakannya Kirab Budaya sebagai event tahunan, bisa menambah pemahaman generasi muda terhadap Budaya Jawa. Dan bisa meneladani Sang Prabu Sri Aji Jayabaya sebagai teladan norma-norma Budaya Jawa. (Cahyo)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL