Jamasan Menjelang Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-Royong Ke-6

IMG-20170625-WA0005 IMG-20170625-WA0006

Blitar, Beritamadani.co.id – Jamasan merupakan salah satu rangkaian pra acara Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-6 setelah Piuning dan Tirakatan. Piuning ini bertujuan untuk memberitahu atau mohon izin dan mohon restu kepada para leluhur yang telah mempunyai jasa-jasa pada generasi penerus. Dalam acara Piuning ini ada Mendak Tirtho (mengambil air) dan Mendhak Siti (mengambil tanah).

Piuning diawali dari Wilayah Kediri yaitu di Situs Setono Gedong, Gunung Gangsang dan Sendang Tirto Kamandanu (dilaksanakan pada Tanggal, 22 Mei 2017,red). Kemudian dilanjutkan Piuning di Wilayah Blitar antara lain di Rambut Monte Krisik, Candi Lwang Wentar, Candi Simping, Candi Wleri, Candi Kali Cilik, Candi Palah Penataran, Makam Bung Karno dan Candi Gambar Wetan (dilaksanakan pada Tanggal, 18 – 19 Juni 2017, red). Sedangkan Tirakatan dilaksanakan Tanggal, 21 – 27 Juni 2017, di Candi Palah Penataran dan Situs Bale Kambang.

Jamasan sama dengan melakukan penyucian badan langsung dari patirtan Umbul Sapta atau cukup di Patirtan Panguripan di Candi Penataran dengan menambah air dari 6 mata air dari berbagai tempat. Jamasan kali ini dilaksanakan di Patirtan Panguripan di Candi Penataran, pada Hari Jum’at, Tanggal 23 Juni 2017, Pukul 15.00 WIB., sampai Pukul 17.00 WIB. Diikuti oleh seluruh Panitia Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-6 dan dipandu oleh Ki Ripto, Romo Lukmin dan Mbah Toyib.

IMG-20170625-WA0000 IMG-20170625-WA0004

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Ki Aris Sugito selaku Ketua LPPBN (Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara) menyampaikan, “Jamasan merupakan suatu acara untuk membersihkan kotoran, baik kotoran lahir maupun batin, yang terlihat maupun yang tidak terlihat (sukerto sukerti) agar semua Panitia Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-6 ini jauh dari semua mara bahaya, jauh dari sifat jahat, iri, dengki dan agar selalu damai, rukun dan sentosa”.

Acara jamasan ini belangsung dengan sangat khidmad. Seluruh panitia yang mengikuti acara Jamasan ini satu persatu menyucikan diri dengan air dari 7 mata air dari berbagai tempat kemudian masuk ke dalam Patirtan Panguripan untuk membersihkan dan menyucikan diri. (Widya)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL