Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno

dsc02727dsc02730

Kediri, Beritamadani.co.id –Salah satu hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia, khususnya Para Pemuda-Pemudi Indonesia, yaitu Hari  Sumpah Pemuda. Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan setiap tahun, pada Tanggal 28 Oktober, kali ini merupakan peringatan ke-88, sejak 28 Oktober 1928, ketika Sumpah Pemuda diikrarkan. Pada tahun ini, Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno ikut melaksanakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Hari Jumat, 28 Oktober 2016.

Upacara peringatan Sumpah Pemuda di Situs Ndalem Pojok ini, dimulai Pukul 08.00 WIB sampai Pukul 09.30 WIB. Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno mengadakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan diikuti semua kalangan.

Sebelum upacara dimulai, para peserta upacara mempersiapkan diri membentuk barisan mulai dari Pelajar (SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA), para tokoh agama, tokoh penghayat kepercayaan, ormas, guru, budayawan / seniman, awak media dan warga sekitar.

dsc06430 dsc06438

Rangkaian upacara kali ini seperti upacara pada umumnya, namun yang membedakan adalah Pembukaan UUD 1945, yang biasanya dibacakan, namun kali ini Pembukaan UUD 1945 dilafalkan secara lantang, oleh Ahmad Fadli Sidiq, 7 tahun, asal Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Kushartono, selaku Ketua Pelaksana Harian Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, mengatakan, “Sumpah Pemuda itulah yang melahirkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, jadi Sumpah Pemuda itu seperti Sumpah Amukti Palapa. Sumpah Amukti Palapa yang membawa kejayaan Majapahit. Pemuda yang mengantarkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajah. Kita terdiri dari 17000 pulau, 1128 suku bangsa, bisa bersatu menjadi satu bangsa. Kita terjadi perbedaan dari 786 bahasa, kita bersepakat menjadi satu bahasa. Itu luar biasa. Tidak ada di dunia ini yang sama dengan Bangsa Indonesia. Upacara Sumpah Pemuda kali ini, kami mengusung tema kembali ke jati diri bangsa”.

 dsc02746dsc06452

Ditempat terpisah Awak Beritamadani.co.id, menemui Dian Hadi Yuwono, dari Keluarga Besar Bung Karno, Blitar. Dian menyampaikan, “Memang kita harus kembali ke jati diri bangsa  kita, yang sesungguhnya. Penekanan utama adalah kita bebas merdeka dari cengkeraman apapun. Kita harus menguatkan jati diri kita sebagai bangsa yang teguh. Kedua, Marilah kita maknai bukan hanya sebatas orasi maupun sebatas argumentasi, tapi kita laksanakan dalam bentuk sehari-hari sebagai bangsa yang benar-benar menghargai jasa para pendahulu kita, yang sudah mendarmabaktikan kesediaan waktu dan perjuangannya untuk mendirikan negara ini dengan sangat sempurna. Ketiga, Sumpah Pemuda janganlah kita jadikan sebatas slogan, itu yang harus kita tekankan. Jadi anak didik kita, putra-putri kita, pemuda kita mari kita rangkul, janganlah melihat dari basis atau dari latar-belakang apapun. Sebagai Pemuda Indonesia, kita jangan sampai menganak-tirikan siapapun, mari kita jadikan satu kesatuan utuh untuk mengedepankan, menggerakkan nusantara ini, menjadi suatu mercusuar dunia”.

Setelah upacara selesai, dilanjutkan dengan peyerahan kunci rumah layak huni dari PCTAI (Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia) kepada Sugiman, asal Dusun Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dan Gimah, asal Dusun Karanganyar, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. (Widya-Made)

 15 total views,  1 views today

You may also like...

1 Response

  1. uki says:

    Jangan lupa jati diri bangsa…jangan sampai lengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL