Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Di Mushola Al-Muttaqiin

dsc05632 dsc05623

Kediri, Beritamadani.co.id – Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1437 H telah dirayakan seluruh Umat Islam. Umat Islam berbondong-bondong ke Masjid, Mushola dan bahkan ketanah lapang untuk melaksanakan Sholat Idul Adha. Momen yang sangat bersejarah bagi umat Islam ini, setiap tahunnya diperingati oleh seluruh umat Islam di penjuru dunia. Mulai dari masyarakat pedesaan sampai dengan masyarakat perkotaan semua umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Setelah melaksanakan Sholat Idul Adha, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan ternak.

Mushola Al-Muttaqiin, Lingkungan Jegles, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, juga menggelar Sholat Idul Adha di halaman Mushola. Karena jumlah jamaah yang  banyak dan ruangan mushola tidak bisa menampung semua jamaah, akhirnya takmir Mushola Al-Muttaqiin melaksanakan Sholat Idul Adha di halaman mushola.

Warga sekitar Mushola Al-Muttaqiin berbondong-bondong menuju halaman mushola sejak Pukul 06.00 Wib. Sambil menunggu didirikannya Sholat Idul Adha, mereka bersama-sama mengucapkan Takbir mengagungkan ke-Esaan Allah.

dsc05619dsc05637

Sebelum Sholat Idul Adha didirikan, Subaweh Takmir Mushola Al-Muttaqiin menyampaikan, “Alhamdulilah, tahun ini Mushola Al-Muttaqiin mendapatkan titipan hewan kurban berupa 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Nama-nama yang berkurban nanti akan diniatkan pada saat akan menyembelih hewan kurban. Imam dan Khotib dalam Sholat Idul Adha kali ini adalah Drs. H. Imam Subari, M.Pd.I”.

Tepat Pukul 06.30 Wib Sholat Idul Adha didirikan. Setelah selesai sholat, diteruskan dengan Khotbah Idul Adha. Dalam khotbahnya Imam Subari menyampaikan, “Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar… Lailahailallahuallahuakbar. Allahuakbar walillahilham… Kaum muslimin diseluruh penjuru dunia pada hari ini 10 Dzulhijjah 1437 H berkumpul di Mekkah al Mukaromah untuk melaksanakan pertemuan akbar dalam rangka melaksanakan Ibadah Haji. Sungguh beruntung dan berbahagia saudara-saudara kita yang saat ini mendapatkan panggilan melaksanakan Ibadah Haji. Memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah sebaik-baiknya. Bukankah diantara kita masih banyak orang yang lebih kaya dan memiliki kesempatan tetapi jiwa dan hati mereka belum terpanggil melaksanakan ibadah Haji. Haji adalah ibadah yang berat karena menggabungkan antara ibadah jiwa, raga dan harta. Maka itu siapapun kita hendaklah melangkah dengan cepat dan jangan menunda-menunda untuk melaksanakannya”. “Rasulullah SAW bersabda yang artinya barang siapa hendak mengerjakan Ibadah Haji maka bersegeralah karena ia mungkin akan sakit, hilang kesempatan dan ada keperluan yang lainnya Hadits Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Abbas”.

dsc05644 dsc05681

“Sebuah peristiwa agung yang perlu kita teladani dalam Idul Adha ini adalah perjuangan Nabi Ibrahim AS. Yang dengan pengorbanannya telah berhasil mewujudkan ibadah Haji dan syariat penyembelihan hewan kurban bagi orang-orang mukmin sampai sekarang ini. Pelajaran yang dapat kita ambil dalam peristiwa ini semakin kuat iman seseorang, semakin besar cobaan dan ujian yang dihadapinya, ibarat pohon semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin menerpa”.

“Perjuangan dan pengorbanan Ibrahim terhadap penolakan kaum-kaumnya dan ketauhidan kepada Allah. Bertahun-tahun ia melawan kebatilan dari kaumnya dan perlawanan dari penguasa ketika itu yaitu Raja Namrud semakin keras dan kejam. Atas  petunjuk dari Allah maka Ibrahim dan keluarganya agar meninggalkan negeri dan kaumnya untuk berhijrah kesuatu lembah yang terpencil, kering dan gersang namun sangat penuh harapan untuk bisa menyebarkan agama, lembah itu adalah Mekkah. Setelah itu dalam mimpinya Allah memerintahkannya menyembelih Ismail putra semata wayangnya yang dicintainya. Setelah ia terbangun dari mimpinya ia merenung apakah mimpinya benar datang dari Allah atau bukan. Hari itu disebut hari Tarwiyah atau hari perenungan. Dihari kedua barulah ia yakin bahwa mimpi itu benar-benar datang dari Allah, hari tersebut dinamakan hari Arafah atau hari mendapatkan pengetahuan. Dan akhirnya hari ketiga tibalah saatnya mengambil keputusan dengan penuh keyakinan yang disebut yaumul asr atau hari melaksanakan ibadah”.

“Ketika pengorbanan akan berlangsung terjadilah dialog antara Ibrahim dan putranya Ismail yang sangat menggugah hati dan perasaan sebagai contoh kuatnya iman dan taqwa mereka kepada Allah SWT. Hingga tibalah saat pengrobanan dan Ismail meminta kepada ayahnya agar mengikat kakinya dengan kuat-kuat, menelungkupkan tubuhnya sehingga wajahnya menghadap ke tanah dan jagalah darahku agar tidak memercik ke pakaian ayahnya sehingga menimbulkan perasaan iba dan akan mengurangi pahala, asahlah pisau itu tajam-tajam agar penyembelihan berjalan lancar, bawalah pakaianku kemudian berikan kepada ibu dan sampaikan salamku kepadanya semoga beliau tabah dan sabar menerima ujian ini”.

img-20160913-wa0000 img-20160913-wa0002

“Setelah percakapan itu selesai kemudian Allah berfirman: Wahai Ibrahim sungguh engkau telah membenarkan mimpi, sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ibrahim mendapatkan suatu ujian yang nyata”.

“Akhirnya Nabi Ibrahim dilarang menyembelih putranya setelah dinyatakan oleh Allah lulus menghadapi ujian yang diberikan-Nya. Sebagai gantinya Allah mengutus untuk menyembelih hewan ternak untuk ibadah kurban”.

“Darisini dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa anakdan harta adalah milik Allah dan kepada-Nyalah harus kita kembalikan. Kita dituntut untuk mentasarufkan sebagian harta kita di jalan Allah. Keistimewaan Hari Raya Kurban terletak pada pembuktian sejarah nyata sebagian hak-hak kaum muslimin kepada fakir miskin. Hari Raya Kurban ialah hari kaum muslimin yang mampu sekali seumur hidup melaksanakan ibadah Haji dan berkurban. Ritual Haji adalah prosesi napak tilas spiritual dan kesadaran kemanusiaan. Ibadah Haji merupakan puncak ritual dalam sistim ajaran Islam. Ibadah Kurban merupakan gabungan antara hubungan antara manusia dengan manusia dan hubungan antara manusia kepada sang Khaliq”.

“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW marilah kita tegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk memiliki kesadaran yang tinggi bahwa tidak ada seorangpun dan suatu bangsapun yang sempurna”, pungkas Imam Subari mengakhiri khotbahnya.

Khotbah diakhiri dengan doa dan para jamaah saling berjabat tangan. Setelah Sholat Idul Adha selesai Pukul 07.30 Wib dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang kemudian dagingnya dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. (Widya)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL