Situs Semen Merupakan Salah Satu Peninggalan Prabu Airlangga

DSC03357 DSC03359

Kediri, Beritamadani.co.id – Dusun Jaten, Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menyimpan peninggalan sejarah berupa situs, peninggalan zaman kepemimpinan Prabu Airlangga. Di Situs Semen ini, ada beberapa arca diantaranya tampak peninggalan dua arca menghadap ke barat, arca ini bernama Nara Singa. Di sebelah timur Nara Singa, ditemukan ornament arca yang diperkirakan sebagai Dewa Wisnu, duduk di atas Garuda. Diperkirakan  arca ini dibuat pada masa Sang Prabu Airlangga dan sebagai irigasi pemandian kedaton. Pada masa beliau banyak dibuat pemandian atau padusan yang dalam Bahasa Sansekerta adalah Airlangga, yang disebut juga Paduka Mhungku Bhatara Guru Chantraning Bhuwana, yang diharapkan setelah mangkat, Raja Airlangga akan diarcakan sebagai Dewa Siwa, karena sebutan Bhatara Guru (Bahasa Jawa,red) sama dengan Dewa Siwa.

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Ki Djudi, Juru Kunci, Situs Semen, menuturkan. “Arca di Desa Semen ini, suatu bentuk peninggalan sejarah dari Prabu Airlangga, dengan simbol Stempel Nara Singa tertulis Tahun 1042”.

“Di belakang  Nara Singa ada Linggo Yoni yang merupakan asal kejadian manusia”. “Linggo Yoni merupakan simbol laki-laki dan perempuan untuk perkembangan zaman selanjutnya”. “Linggo Yoni ini ditemukan Tahun 2013, sedangkan Nara Singa ditemukan Tahun 2009”, lanjut Ki Djudi.

DSC03372 DSC03349

“Saya menjadi juru kunci Situs Semen, sejak Tahun 2009, tujuannya untuk nguri-nguri warisan leluhur”. “Harapan kedepan, saya mohon kepada pemerintah daerah, agar memperhatikan Situs Semen ini, terutama masalah tanah agar segera diselesaikan, jalan dan jembatannya diperbaiki”, pungkas Ki Djudi.

Ki Djudi menjadi Juru Kunci Situs Semen sejak Tahun 2009, atas dasar surat tugas dari Kepala Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, tertanggal, 19 Nopember 2009. Perlu diketahui bahwa Situs Semen ini berada di areal persawahan dan terletak di sebelah utara sungai. Jadi untuk mencapai tempat ini harus melewati jembatan. Jembatan yang ada saat ini berupa jembatan yang terbuat dari bambu. Jembatan ini bantuan swadaya dari masyarakat. Sedangkan jarak antara jalan raya ke Situs Semen sekitar 2 Km, itupun jalannya masih berupa makadam dan tanah tengah persawahan yang masih sempit jadi masih perlu perbaikan. (Widya)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL