Tradisi Megengan Atau Ruwahan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

DSC00529 DSC00528

Kediri, Beritamadani.co.id – Pada hari Sabtu, 4/6/16, pada saat menjalankan tugas peliputan Awak Beritamadani.co.id, melintasi jalan perdesaan, mulai dari Desa Besowo, Kec .Kepung menuju  Pusat Kota Kediri.

Sekitar pukul 17.15 Wib,awak Beritamadani.co.id, menghentikan perjalanan menghampiri Masjid, untuk menjalankan Ibadah Sholat Maghrib.  Masjid  yang kami singgahi  untuk Sholat  Maghrib ini kebetulan berada di Dusun Dorolegi, Kec. Gurah, Kab.Kediri. Dusun Dorolegi ini sangat jauh dari perkotaan.

Setelah Awak Beritamadani.co.id selesai Sholat Maghrib dan mau beranjak melanjutkan perjalanan, dihampiri oleh Kyai Masjid Baitussalam , ternyata diajak untuk mengikuti Acara Megengan atau Ruwahan, bersama warga Masyarakat Dusun Dorolegi. Akhirnya awak  Beritamadani.co.id  menghentikan langkah dan menunda melanjutkan perjalanan dan ikut menghadiri Acara Megengan di Masjid Baitussalam bersama Warga Dusun Dorolegi.

“Arti ruwahan itu roh atau arwah yang sudah meninggal dunia,  khususnya pada roh atau arwah orang tua kita yang sudah meninggal”, ujar kyai Munir (Imam dalam Acara Megengan/Ruwahan di Masjid Baitussalam ,red). Acara Megengan di mulai pukul 19.40 Wib sampai pukul 21.05 Wib. Sebelum Acara Megengan, diisi juga dengan pengajian.

“Acara megengan mempunyai arti Mengagungkan di Bulan Suci Ramadhan”. “Dalam acara ini juga bertujuan untuk menjalin tali silaturahim, kerukunan sesama muslim dan Ukhuwah Islamiyah, di saat mau menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan”, ujar Ustad Mujidin.

Setelah acara Ruwahan atau Megengan selesai, kemudian acara di tutup dengan Ambengan atau Berkatan dengan memanjatkan do’a. Mulai dari anak kecil, dewasa, bapak-bapak , ibu-ibu, menyantap Ambengan itu bersama-sama.

Beritamadani.co.id, melihat acara Megengan atau Ruwahan dan setelah selesai makan Ambengan tersebut sangat salut. Karena Warga Nahdliyin begitu sangat mengagungkan Bulan Suci Ramadhan. Kekompakan, kerukunan dan tali silaturrahimnya dalam menjaga nama baik NU.

Setelah semua acara selesai, Awak Beritamadani.co.id, kemudian pamit dan beranjak meneruskan perjalanan. Ditengah-tengah perjalan, juga  menemukan acara yang sama , tapi tempatnya berbeda,  di Mushola dusun yang lain acaranya juga Megengan atau Ruwahan. Dan ternyata dari penelusuran dan pengamatan Awak Beritamadani co,id, khususnya Warga NU,se Jawa Timur, telah mengadakan Megengan atau Ruwahan, baik itu di Masjid atau di Mushola tanpa dikoordinir atau di komando. Dan kita yang melihatnya bisa mengambil manfaat dan hikmahnya Acara Megengan dan Ruwahan ini tidak menilai dari segi  negatifnya. Dan ketahuilah bahwa Umat Muslim itu bersaudara, mari kita lebih rukun lagi dimasa yang akan datang.  (Muji Wahyono)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL