Seminar Seks dan Kesehatan Reproduksi Bagi Orang Tua Difabel Juvenile

IMG-20160508-WA0004

Batu, Beritamadani.co.id – Program sosial yang digagas oleh Carita Creative Organizer yang merupakan Kegiatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unibraw, setelah mengadakan Training di SLBN Kota Batu kemarin, 5/7 , hari ini, 5/8, mengadakan Seminar Seks dan Kesehatan Reproduksi di Gedung Graha Wangsa, dihadiri 80 Orang Tua Siswa Difabel Juvenile-Inklusi dari SLBN dan Sekolah Umum Negeri di Kota Batu.
Tujuan dari Kegiatan Seminar hari ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada Orang Tua dari Siswa Remaja Difabel dan Siswa berkebutuhan khusus (Inklusi), sehingga orang tua siswa Difabel mengerti apa yang harus dilakukan, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan putra-putrinya, terutama tentang Edukasi Seks dan Kesehatan Reproduksi.
Melalui tanya-jawab interaktive, di Seminar ini juga disampaikan trik-trik oleh Farida Candrayani (Aktivis Kaum Difabel dari Kota Malang), tentang bagaimana yang harus dilakukan oleh Para Orang Tua untuk memberikan Pengertian Seks dan Kesehatan Reproduksi secara kontinyu, kepada putra-putri mereka Penderita Difabel juga Inklusi. Karena Remaja Penderita Difable ini mempunyai kecenderungan sulit untuk mengerti dan paham, bila hanya diberikan edukasi cuma sekali.
Narasumber Seminar hari ini adalah Nurul Hidayah,SST.,M.Kes., Seorang Dosen Kebidanan FKU.Universitas Brawijaya Malang, mengatakan kepada Beritamadani.co.id, 5/8 :” Seminar kali ini untuk memberikan pemahaman kepada Orang Tua Penderita Difabel, sehingga Para Orang Tua Asuh bisa memberikan Pengertian Seks dan Kesehatan Reproduksi dengan cara yang terbaik”.”Karena Orang Tua merupakan Guru dan Sahabat yang terbaik bagi Penderita Difabel”. Nurul Hidayah,SST.,M.Kes., juga menyampaikan:” Orang Tua Murid Remaja Difabel sangat antusias mengikuti Seminar ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan, seperti Kesehatan Organ Reproduksi dan pertanyaan-pertanyaan dasar seperti Masa Menstruasi, yang notabene setiap Orang Tua pasti sudah mengerti akan hal itu”. Dikatakan juga bahwa:” Tidak zamannya lagi masalah seks ditutup-tutupi bagi anak-anak kita, mengerti sejak dini lebih baik daripada kita selaku oarng tua, terlambat mengetahui perilaku yang menyimpang karena pengetahuan yang salah yang didapat dari luar, dari anak-anak kita ”.
Respon yang positif juga disampaikan kepada Beritamadani.co.id oleh Sugiati, 35 tahun, Orang Tua dari Siswa Autis Dwi Nur Setiawan, 10 tahun, 5/8:” Informasi yang disampaikan pada seminar ini memberikan jawaban bagi kami orang tua asuh sehingga kami mengerti apa yang harus dilakukan untuk anak kami yang menderita Autis, seperti persoalan ketika anak kami akan melaksanakan Kithan, apakah dibius total atau bagaimana ?”. “Karena selain ingin mengetahui efek terhadap kesehatan otak karena bius, kami juga ingin mencari solusi untuk anak kami yang memiliki perilaku takut terhadap jarum suntik dan cenderung panik bila melihatnya, di Seminar ini diberikan solusinya”.Pada kesempatan ini, Siswa Remaja Difabel dan Inklusi menampilkan bakat dan potensi masing-masing di Bidang Seni Musik, Menyanyi, Seni Tari, juga memamerkan hasil karya ketrampilan tangan, untuk memeriahkan Acara Seminar ini.(dave)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL