Seminar Budaya, Kejayaan Sejarah Bangsa

Foto1890[1]

Kediri, Beritamadani.co.id, Seminar Budaya dilaksanakan Hari Minggu, 15 Mei 2016, di Simpang Lima Gumul Lantai 6 mulai Pukul 09.00 Wib, sampai dengan Pukul 12.00 Wib. Diikuti oleh Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, sejumlah 300 Mahasiswa dari berbagai Fakultas diantaranya Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Hukum. Seminar dibuka oleh Eko Perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, didampingi oleh Suratin Juru Kunci Sendang Tirto Kamandanu.

Kepada Beritamadani.co.id, Eko mengatakan bahwa, “Banyak Peninggalan Sejarah di masa lalu dari Kerajaan Daha Berupa Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Candi Surowono di Desa Surowono Kecamatan Badas, Makara di Desa Adan-adan, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri”.
Suratin mengatakan juga bahwa, “Di Desa Menang tempat Muksanya (hilang dengan raganya) Raja Daha Sri Aji Joyoboyo pada tahun 1135 Masehi. Maka di tempat Pamuksan dan Sendang juga termasuk peninggalan sejarah yang dalam perkembangannya di bangun oleh yayasan Hondodento Jogyakarta”.

Hal tersebut sebagai bukti sejarah bangsa di masa lalu, yang perlu dilestarikan, diamankan dan dikembangkan. Sri Aji Joyoboyo putra dari Raja Daha Djoyo Negoro dan dikawinkan dengan Galuh Candra Kirana putri dari Raja Jenggala Djayeng Rono. Dua raja tersebut (Djayeng Rono dan Djoyo Negoro) putra dari Kerajayaan Kahuripan Prabu Sri Airlangga. Airlangga artinya negeri agraris yang pandai mengatur pengairan dengan baik. Sekarang dijadikan nama salah satu Universitas (Universitas Airlangga) sebagai penggodokan kader bangsa agar kelak menjadi pemimpin sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Tujuan dari Study Excursie 2016 ini agar generasi muda bangsa melihat secara faktual tempat-tempat peninggalan sejarah tersebut untuk tidak melupakan keberadaban bangsa di masa lalu agar dilestarikan dan dikembangkan di masa yang akan datang. Melihat fakta sejarah bahwa kerajaan Daha sangat kuat dan disegani oleh bangsa manca negara. Sebab di negari ini adalah negeri agraris yang sangat kaya dengan hasil perkebunan, pertanian, peternakan dan inilah yang menjadi incaran dari bangsa lain untuk dijajah.

Saat dikonfirmasi wartawan Beritamadani.co.id, Sunan Fanani, selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa, “Agenda Acara Study Excursie UNAIR 2016 diterima di Pendopo Kabupaten Kediri sekitar pukul 07.00 Wib, kemudian ke Desa Tradisi dan Wisata Sugihwaras Kecamatan Ngancar “, “Selanjutnya Seminar di Lantai 6, Monumen Simpang Lima Gumul, setelah selesai Seminar ini, dilanjutkan Kunjungan ke Petilasan Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang Kecamatan Pagu, kemudian ke Candi Tegowangi, lalu diteruskan ke Kompleks ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang”. Rombongan dilepas oleh Perwakilan dari Dinas Pariwisata di Candi Tegowangi.
(Made)

 19 total views,  1 views today

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL