Pembangunan Pasar Tradisional Pagu Menuju Pasar Modern

 

SAM_1072[1]

Kediri, Beritamadani.co.id – Pasar Desa Pagu, merupakan salah satu Pasar Tradisional yang menjadi pusat perekonomian untuk kegiatan jual beli hasil pertanian bagi Masyarakat Desa Pagu dan sekitarnya. Pasar ini terus direnovasi untuk menarik minat para pembeli yang akan berbelanja di Pasar Tradisional ini. Dulunya para pedagang, setelah jam pasar selesai, mereka langsung pulang dan sore harinya tidak berjualan lagi. Namun sekarang setelah jam pasar selesai, mereka tetap bisa berjualan sampai malam hari. Karena sudah ada fasilitas umum yang memadai di sekitar area pasar.

Beritamadani.co.id, mengkonfirmasi Safiyuddin Kepala Desa Pagu, yang didampingi Kaur Umum Dedik, memberikan keterangan, “Pembangunan Rehap Ruko, 30 unit bagian luar dan bagian dalam sekitar 200 unit.”  Halaman depan ruko yang telah di paving berfungsi sebagai tempat parkir dan masih menyisakan bangunan yang belum selesai bagian dalam untuk di tinggikan atau pengurukan kurang lebih 1 meter”.

Biaya pembangunan diambilkan dari iuran para pedagang baik yang menempati ruko bagian luar maupun yang di dalam, yang menempati pasar , umumnya murni dari gotong royong para pedagang. Maksud dan tujuan Rehab ini untuk memudahkan masyarakat berbelanja dengan nyaman, aman, tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan raya dan mengimbangi keterbelakangan selama ini dengan adanya Pasar Modern seperti  Indomaret, Alfamart yang menjamur di Kabupaten Kediri.  Pada malam hari halaman depan bisa dipergunakan untuk pedagang kaki lima.

Keterangan dari penyewa ruko pedagang buah-buahan Sadikan, “Saya membayar 1 ruko bagian depan 45 juta untuk hak pakai. Sedangkan bagian dalam sekitar 3 juta per unit (Hak pakai). “Retribusi perbulan untuk ruko depan 60 ribu, ruko belakang 20 ribu sampai 30 ribu”.

Hasil retribusi dari iuran para pedagang, parkir maupun pasar hewan sekitar 10 juta per bulan masuk ke dalam kas desa. Pendapatan dari hasil income pasar desa disimpan di bagian perekonomian (bank) desa dan dipergunakan untuk kebutuhan pembangunan debutuhan yang ada.(Made Sumadi)

You may also like...

1 Response

  1. bayu bodo anggoro says:

    Semoga membangun desa berdikari semakin kiat dilakukan pemerintah daerah!! Salam pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL