Destinasi Wisata Alam Gunung Semeru

IMG-20160528-WA0030[2]IMG-20160528-WA0028[1]

Lumajang, Beritamadani.co.id –  Provinsi Jawa Timur mempunyai banyak destinasi wisata yang sangat  sayang apabila dilewatkan, salah satunya yaitu Gunung Semeru. Gunung Semeru merupakan salah satu gunung  berapi aktif di Jawa Timur tepatnya berada di Wilayah Administrasi Kabupaten Lumajang dan  Malang,  dengan ketinggian 3676 m dpl.

Beritamadani.coid, menemui Grup Dolan Kru, beranggotakan 6 orang diantaranya: Davied, Ganes, Zakik, Ucok, Agung, Redy, yang merupakan salah satu Grup Pecinta Alam Kota Kediri, yang telah berhasil menaklukkan Gunung Semeru. Davied bertempat tinggal di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Ketua  Grup Dolan Kru, yang baru turun dari Pendakian Gunung Semeru. Mereka memulai pendakian pada tanggal: 5,6,7 Mei 2016, berhasil mendaki sampai Puncak Gunung Semeru.

Gunung Semeru berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger  Semeru (TNBTS). Start dari Desa Ranupane, menuju Danau Ranu Kumbolo, jalannya bebatuan memerlukan waktu tempuh 8 jam dengan berjalan kaki. Luas Danau Ranu Kumbolo 15 hektar, pada ketinggian 2400 m dpl. Malam pertama semua kru berkemah di sekitar Danau Ranu Kumbolo,  dengan penerangan lampu emergensi (lampu charge). Esok hari menuju Kalimati melewati  ke Oro-oro Ombo Abangan menuju Jalan Lavender sekitar 5 km, untuk istirahat bermalam ke dua. Selanjutnya pagi hari melanjutkan perjalanan dari Kalimati menuju Puncak Gunung Semeru dengan jarak tempuh 5-6 jam.  Walau jalan tanjakan agak vertikal dan jarak tempuhnya cukup jauh tapi mereka tetap semangat. Sampai di puncak bisa melihat dengan jelas Sunrise (matahari terbit), sangat indah dan banyak pengunjung yang sangat menyukai melihat moment matahari terbit dengan jelas.

Puncak Semeru yang biasa didaki adalah Puncak  Mahameru. Dari puncak ini akan terlihat kawah yang disebut Jonggring Saloko, uniknya setiap 10 – 15 menit sekali, menyemburkan batuan vulkanis dengan didahului asap yang membumbung tinggi.  Suhu di puncak Mahameru, berkisar 4-10 derajad celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad celcius dan dijumpai kristal-kristal es. Dipuncak inilah para pendaki menyematkan dirinya sebagai penakluk puncak tertinggi di Pulau Jawa. (Made Sumadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL