Pagelaran Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu

IMG-20180714-WA0008 IMG-20180714-WA0001

Kediri, Beritamadani.co.id – Pagelaran Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu dilaksanakan pada Hari Sabtu, 14 Juli 2018, Pukul 14.30 WIB., sampai selesai di Kawasan Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, dalam rangka Penutupan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Ketua Paguyuban Seni Jaranan (Pasjar) Kabupaten Kediri, Forkopimda Kabupaten Kediri, para seniman dan pelaku seni dari Kota Kediri, Kota Surabaya, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Bontang, Kalimantan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Blitar, Kota Medan, Sumatera, Kota Blitar, Kota Solo, Salatiga, Kabupaten Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, DKI Jakarta, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro dan masih banyak lagi.

IMG-20180714-WA0007 IMG-20180714-WA0005

Pagelaran Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu ini diawali dengan pertunjukan tarian selamat datang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Bupati Kediri. Dalam sambutannya Drs. H. Masykuri, MM.,  menyampaikan, “Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu ini merupakan rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018. Selain sebagai hiburan, acara ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pengenalan dan pelestarian seni budaya kepada masyarakat. Tari kolosal pada hari ini melibatkan para seniman jaranan, pelaku seni dan generasi muda yang tergabung di sanggar-sanggar seni se-Kabupaten Kediri, sebagai sarana penanaman karakter pelestarian budaya leluhur dan pengembangan seni sesuai dengan tema “Amestuti Budaya Leluhur, Angesti Kediri Misuwur”. Melalui tari kolosal ini dapat meningkatkan semangat para generasi muda untuk mengenal, mengetahui, mencintai dan melestarikan seni jaranan sebagai budaya leluhur”.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan tarian yang diperagakan oleh para Bopo Jaranan yang dipimpin oleh Hary Pratondo selaku Ketua Pasjar Kabupaten Kediri. Diakhir tarian, Wakil Bupati Kediri menyerahkan Pecut Samandiman kepada Ketua Pasjar, kemudian ketua Pasjar meyerahkan kendi kepada Wakil Bupati Kediri. Selanjutnya, Wakil Bupati Kediri memecahkan kendi tersebut sebagai tanda dimulainya Pagelaran Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu.

IMG-20180714-WA0004 IMG-20180714-WA0006

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Hary Pratondo selaku Ketua Pasjar Kabupaten Kediri mengatakankan, “Event ini merupakan event tahunan yang dilaksanakan sejak 2013. Dalam Pegelaran Tari Barong Sewu, tahun ini diikuti anak-anak berjumlah 300 anak, dari sekolah-sekolah dan sanggar se-Kabupaten Kediri. Tujuannya untuk membangkitkan lagi semangat anak-anak muda bahwa kita masih punya regenerasi. Jadi tidak mungkin kesenian tradisional itu akan hilang. Anak-anak muda dari tingkat SD sudah mulai berlatih jaranan”.

“Kita sebagai seniman tua merasa senang kalau anak-anak muda mau belajar lagi, bukan hanya sekedar hiburan. Harapan kedepan, pemerintah harus terus mendukung  dan di sekolah terus diadakan pembelajaran untuk kesenian lain, bukan hanya jaranan saja, bila perlu ludruk, ketoprak, wayang orang dihidupkan lagi”, pungkas Hary Pratondo.

IMG-20180714-WA0009 IMG-20180714-WA0003

Ditempat terpisah, Awak Beritamadani.co.id menemui Ir. Adi Suwignyo, M.Si., selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, “Kegiatan penutupan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri diisi oleh kolaborasi tari barong sewu. Pesertanya hampir 3000 barong. Dimana kita menggali potensi yang ada di Kediri dan diikuti oleh 35 Kabupaten / Kota. Ini menandakan bahwa Kediri sangat diminati oleh penjiwa seni seluruh tanah air. Sehingga kita cukup bangga dan bahagia bahwa kita sebagai tolok-ukur seni budaya terutama barongan”.

Sebagai wujud rasa ikut memiliki seni dan budaya barongan, generasi muda penerus bangsa seyogyanya ikut melestarikan peninggalan nenek moyang. Jangan sampai seni dan budaya ini ditinggalkan.  Walaupun ini event tahunan, para penonton tetap berjubel memadati kawasan Simpang Lima Gumul Kediri untuk menikmati Pagelaran Tari Kolosal Kolaborasi Barong Sewu sampai selesai. (Widya)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL