Ruwatan Agung Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara

IMG-20180702-WA0009 IMG-20180702-WA0000

Blitar, Beritamadani.co.id – Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara (LPPBN) mengadakan Ruwatan Massal yang dilaksanakan di Candi Palah Penataran pada Hari Sabtu, 30 Juni 2018, mulai Pukul 10.30 WIB, sampai dengan Pukul 16.00 WIB. Ruwatan Massal ini merupakan rangkaian acara dari Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-Royong ke-VII.

Acara ruwatan massal diawali dengan do’a, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Teks Pancasila, kemudian sambutan dari Ketua LPPBN. Dalam sambutannya, Ki Aris Sugito selaku Ketua LPPBN menyampaikan, “Ruwatan Massal ini diadakan untuk membantu saudara-saudara kita terutama Warga LPPBN sendiri yang punya sukertosukerti agar kita terhindar dari segala aral-rintangan dan mudah-mudahan peserta ruwatan massal nanti setelah acara ruwatan massal ini mudah-mudahan apa yang menjadi niat saudara-saudara semua dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa”.

IMG-20180702-WA0002 IMG-20180702-WA0001

“Yang perlu diwaspadai lagi, ini zamannya/musimnya seleksi alam, inilah mengapa kita harus mengadakan ruwatan massal ini. Mudah-mudahan saudara-saudaraku yang diruwat ini sudah terseleksi oleh alam dan mempunyai bibit-bibit unggul keturunan generasi muda yang lebih baik. Dalam berkeluarga bisa membina keluarga dengan ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi, sejahtera semuanya. Dan ditempat yang suci ini kita berupaya mengadakan ruwatan ini sesuai dengan warisan leluhur kita. Jadi satu persatu prosesi kita laksanakan sesuai dengan apa yang diwariskan oleh leluhur kita semua”, pungkas Ki Aris Sugito.

Setelah sambutan dari Ketua LPPBN dilanjutkan dengan penyerahan Gunungan dari Ketua LPPBN, kepada dalang ruwatan “Dalang Kondo Buwono” sebagai tanda dimulainya awal prosesi ruwatan massal dengan pagelaran wayang kulit. Selesai pagelaran wayang kulit dilanjutkan dengan prosesi ruwatan.

IMG-20180702-WA0007 IMG-20180702-WA0005

Prosesi ruwatan diawali dengan mengelilingi Candi Induk Palah Penataran, sebanyak 3 kali kemudian berjejer untuk pemotongan rambut, pemercikan tirta suci kepada semua peserta ruwatan massal kemudian setiap peserta diberikan seutas tali benang berwarna merah, putih, hitam sebagai tanda selesai mengkuti acara ritual ruwatan.

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Dian Prio Gunanto selaku Ketua Panitia Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-Royong ke-VII meyampaikan bahwa, “Ruwatan Massal ini merupakan rangkaian dari puncak acara Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-Royong ke- VII yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 11 Juli 2018, start di Situs Balekambang dan finish di Candi Palah Penataran Blitar”.

IMG-20180702-WA0004 IMG-20180702-WA0001

“Tujuan diadakan Ruwatan Massal ini kita memberi pengenalan kepada masyarakat dan memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk mengadakan ruwatan massal supaya ringan dengan gotong-royong. Peserta ruwatan massal ini kurang lebih 100 orang dari Kediri, Pasuruan, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Mojokerto, Surabaya, Tuban, MLKI Jawa Timur dan dari daerah lain. Kita patut bersyukur bahwa bisa mengadakan ruwatan massal yang baru pertama kali ini dalam rangkaian Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-Royong. Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi peserta yang mengikuti ruwatan massal”, pungkas Dian.

Ditempat terpisah Awak Beritamadani.co.id menemui Ki Romo Lukmin selaku Dalang Sejati dalam Ruwatan Massal ini. Ki Romo Lukmin menyampaikan, “Ruwatan Massal yang dilaksanakan LPPBN ini merupakan Ruwatan Agung. Dinamakan Ruwatan Agung karena pelaksananya Dalang Sejati (Dalang Kondo Buwono), kemudian kami menggabungkan teman-teman dari Kyai, Pandita, Penghayat Kepercayaan dan dari berbagai aliran kepercayaan. Karena ini tentang budaya, maka juga mewujudkan suatu budaya yang Bhinneka Tunggal Ika itu menyatu untuk menciptakan kebersihan dalam ruwatan. Yang diruwat adalah orang sukerto. Ruwatan Agung ini baru pertama kali dilaksanakan”.

IMG-20180702-WA0008 IMG-20180702-WA0003

“Ruwatan ini membersihkan lahir dan batin, menetralisir kekuatan negative, menetralkan kekuatan “buta” agar manusia yang sukerto atau manusia yang kotor terlepas dari energi-energi negative. Misalnya orang yang hidupnya ganjil karena kelahiran, mungkin tingkah laku atau perbuatan yang menimbulkan kekotoran pada diri manusia tadi”, pungkas Ki Romo Lukmin.

Walaupun LPPBN baru melaksanakan Ruwatan Agung yang pertama kali, namun antusias peserta sangat luar biasa. Para peserta ruwatan mengikuti setiap prosesi demi prosesi sampai selesai. Semua prosesi ruwatan merupakan tradisi warisan leluhur, suatu usaha pembersihan diri supaya berkenan dihadapan Tuhan dengan harapan semua keinginan dapat  dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai generasi muda penerus bangsa wajib melestarikan budaya bangsa yang merupakan indentitas bangsa Indonesia. (Widya)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL