HUT Pertuni ke-52 DPC Kab.Malang Gelar Parade Tongkat

IMG-20180128-WA0022 IMG-20180128-WA0020

Malang,Beritamadani.co.id – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Malang, menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun Pertuni ke-52, Tahun 2018. Kegiatan ini merupakan kali pertama yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC)  Pertuni, dihadiri oleh Darmaji Ketua DPD Pertuni Jawa Timur, S.Hartono Ketua DPC Pertuni Kab.Malang, Dra.Sri Wahjuni Pudji Lestari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, beserta Staf dan para anggota aktif DPC Pertuni Kab.Malang sekitar 100 Orang, Perwakilan dari PLSD Unibraw dan Perwakilan dari Kecamatan Pakis. Acara berlangsung hari ini (28/1/2018), bertempat Gedung Sekolah SDN.Mangliawan 1, Kabupaten Malang.

Kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Pertuni ke-52, Tahun 2018, diawali dengan kegiatan outdoor yaitu Parade Tongkat, yang diikuti oleh para Anggota Pertuni, sebanyak 70 orang, dengan pendamping sekitar 10 orang. Route anjangsana  adalah menyusuri jalan-jalan kampung di Desa Mangliawan, Kabupaten Malang. Kemudian acara dilanjutkan di indoor yaitu gedung sekolah SDN Mangliawan 1.

IMG-20180128-WA0033 IMG-20180128-WA0029

Acara indoor diawali dengan Doa. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, diikuti oleh seluruh peserta. Kemudian sambutan oleh Ketua Panitia. Sambutan dari Ketua DPD Pertuni Jawa Timur dan sambutan dari Dinas Sosial Kabupaten Malang. Ditutup dengan acara hiburan dan ramah-tamah.

Ketua DPD Pertuni Jawa Timur, Sudarmaji, dalam sambutannya,”Pertuni pertama kali didirikan di Surakarta pada, 26 Januari 1966, kemudian setelah berkembang berkantor pusat di Jakarta, saat ini memiliki 210 Cabang, 34 DPD, sebelumnya hanya ranting-ranting. Pada saat ini para disabilitas tunanetra memang masih memgalami perlakuan berbeda, masih banyak yang memandang sebelah mata. Contohnya: kebijakan dari KPU Pusat saat ini, tidak ramah terhadap tunanetra, akan meyulitkan dalam proses pencoblosan. Bentuk perjuangan menyikapi hal itu adalah protes, itu yang bisa dilakukan. Dalam hidup di lingkungan masyarakat, biar kita diterima, kita juga harus bisa adaptasi dengan masyarakat sekitar”.

IMG-20180128-WA0034 IMG-20180128-WA0028

Saat ditemui oleh Awak Beritamadani.co.id, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pertuni  Kabupaten Malang, S.Hartono, menuturkan,”Peringatan HUT Pertuni ke-52, Tahun 2018 ini, merupakan yang pertama dilakukan oleh DPC. Thema peringatan kali ini adalah: Kebersamaan dalam membangun kemandirian tunanetra. Pada pagi ini juga dilangsungkan kegiatan Parade Tongkat, semua anggota Pertuni turun anjangsana ke lingkungan Masyarakat di Wilayah Desa Mangliawan, Kabupaten Malang. Dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa penyandang difabilitas tunanetra mampu melakukan mobilitas dengan alat bantu tongkat. Alat bantu tongkat sebanyak 40 unit ini merupakan bantuan dari Pemerintah, melalui Dinas Sosial Kabupaten Malang. Selain itu kami berharap orang-orang disabilitas tunanetra ini lebih dikenal oleh masyarakat, mandiri secara ekonomi dan sosial. Tetapi untuk proses menjadi mandiri, kami tetap mengharapkan dukungan dan peran serta dari keluarga,masyarakat sekitar dan lembaga-lembaga yang peduli lainnya”.

Lebih lanjut disampaikan,”Kami orang-orang disabilitas tunanetra yang tergabung dalam Pertuni Kab.Malang ini bukannya semata-mata membutuhkan belas kasihan, tetapi dukungan dan peran aktif Pemerintah Kab.Malang yang lebih lagi, yaitu kesempatan untuk menempuh pelatihan-pelatihan, pendidikan dan mendapatkan pekerjaan, sehingga ada kesetaraan  dan tidak ada kesenjangan. Dengan pendidikan dan ketrampilan, kami bisa bekerja, hidup yang layak, mandiri dan kami memiliki peran dalam hidup berdampingan  dalam masyarakat.

IMG-20180128-WA0023 IMG-20180128-WA0024

Dra.Sri Wahjuni Pudji Lestari, selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, dalam sambutannya mengatakan,”Hendaknya keahlian dari penyandang disabilitas tunanetra ini jangan hanya keahlian pijat saja, masih banyak pelatihan yang sudah disiapkan oleh pemerintah di Tahun 2018 ini. Salah satu pelatihan yang tepat bagi tunanetra adalah pembuatan handycraft. Tempat pelatihan ada di Bali, yang berminat bisa mendaftar dan harus siap menginap 2 hari. Untuk pemasaran ada salah seorang pengusaha peduli, yang bersedia untuk memasarkan. Untuk bantuan dari pemerintah saat ini diberikan bantuan berupa tongkat sebanyak 40 unit, untuk bantuan dana yang lain kami masih akan melihat komitmen dari seluruh anggota Pertuni, nantinya bisa bantuan dana untuk simpan-pinjam dan lain-lain. Kami juga menghimbau untuk pengguna media sosial, jangan hanya menghujat bila ada suatu kejadian, tapi mari ikut serta berperan aktif lewat komunitas-komunitas untuk membantu mereka yang membutuhkan”.

Perlu kita ketahui bahwa Pertuni adalah organisasi kemasyarakatan tunanetra di Indonesia, yang didirikan sekelompok tunanetra di Surakarta, 26 Januari 1966. Tujuannya adalah untuk mewujudkan keadaan yang kondusif bagi orang-orang tunanetra untuk menjalankan kehidupannya sebagai manusia dan Warga Negara Indonesia  yang cerdas, mandiri dan produktif tanpa diskriminasi dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Dukungan dan kepedulian dari semua pihak sangat penting bagi mereka kaum disabilitas tunanetra. Cerdas, mandiri, produktif bukan lagi sebuah keniscayaan. Kehidupan masyarakat yang ramah bagi mereka merupakan harapan. Supaya tidak ada jarak kesenjangan.(Dave)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL