Syukuran Menyambut Acara Sarasehan dan Rencana Mendirikan Kampung Wisata Gribig Religius

IMG-20171116-WA0108 IMG-20171116-WA0107

Malang,Beritamadani.co.id – Untuk menyambut Acara Sarasehan Bedah Sejarah dan Kiprah Ki Ageng Gribig sebagai Tokoh Babat Alas Malang dan untuk menyambut Tol Malang Pandaan, juga rencana mendirikan Kampung Wisata Gribig Religius. Panitia mengadakan kenduri syukuran dan potong tumpeng, sebagai wujud mohon doa restu, di Makam Ki Ageng Gribig, pada Malam Jum’at Legi, 16 November 2017, Pukul 19.00 WIB sampai selesai.

Acara pada malam ini dihadiri oleh Warga Gribig yang bertepatan dengan acara tahlilan warga yang rutin dilaksanakan 1 bulan sekali, setiap Malam Jumat Legi. Setelah acara doa kemudian dilanjutkan dengan acara potong tumpeng yang dilaksanakan oleh Ketua RW.04,Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, diserahkan kepada Ketua Panitia Sarasehan. Kemudian oleh Ketua Panitia diserahkan kepada Juru Kunci Makam Ki Ageng Gribig.

Rangkaian kegiatan ini mempunyai tujuan yaitu mendirikan Kampung Wisata Gribig Religius yang berada di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Terinspirasi dari maraknya  kampung-kampung tematik yang bermunculan, seperti Kampung Warna-warni Jodipan, Kampung Glintung Go Green, Kampung Payung Kelurahan Pandanwangi dan sebagainya.

IMG-20171116-WA0110 IMG-20171116-WA0109

Beberapa kegiatan pendirian kampung tematik di kampung-kampung yang lain tersebut menimbulkan efek positif bagi warganya masing-masing. Inilah yang pada akhirnya menginspirasi bagi kampung-kampung yang lain di Kota Malang, untuk mendirikan kampung tematik hal serupa, tetapi dengan konsep dan tema yang berbeda. Salah satunya adalah Kampung Wisata Gribig Religius ini.

Mengapa Warga Kelurahan Madyopuro yaitu Warga Gribig menginginkan pendirian Kampung Wisata Gribig Religius ini, karena Kampung Wisata Gribig Religius mempunyai letak strategis, yaitu terletak di ruas jalan utama dua jalur Jl.Ki Ageng Gribig, yang tersambung dengan Pintu Tol Malang Pandaan. Para wisatawan yang menuju Kota Malang pasti melewati ruas jalan ini, sehingga kampung ini mudah dikenal.  Hal inilah yang menjadi alasan utama Warga Kampung Gribig berkeinginan mendirikan kampung wisata religi di wilayah ini.

Selain itu karena keberadaan Makam Ki Ageng Gribig dan Makam Bupati I,II, III, dan IV Malang, adalah cagar budaya dan komplek sejarah yang dimiliki Kota dan Kabupaten Malang.  Karena itu tidak berlebihan bila Kampung Wisata Gribig Religius mempunyai potensi wisata religi yang dapat diangkat sebagai destinasi wisata baru di Kota Malang.

IMG-20171116-WA0084 IMG-20171116-WA0076

Acara selanjutnya adalah Sarasehan yang bertemakan “Bedah Sejarah dan Kiprah Ki Ageng Gribig Malang, Menuju Kampung Wisata Gribig Religius”. Acara tersebut akan dilaksanakan pada Hari Minggu, 19 November 2017, Pukul 08.00WIB sampai selesai, bertempat  di Aula Kampus II Universitas Malang (PGSD), Jl. Ki Ageng Gribig No.45, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang.

Narasumber acara ini adalah:1. Ir.Budi Fathoni,MTA, selaku Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, juga berprofesi sebagai Dosen Arsitektur ITN.Malang, 2. Drs.Ismail Lutfi,MA, seorang Arkeolog dan juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Negeri Malang, 3. Devan Firmansyah dari Komunitas Jelajah Jejak Malang, 4. Siswantoro seorang Praktisi Pariwisata, dari DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Timur. Moderator acara Sarasehan ini adalah Agung H.Buana.

Dengan dilaksanakannya acara sarasehan ini, semoga banyak hal yang bermanfaat didapatkan untuk Warga Malang, terutama Warga Gribig, biar tidak lupa dengan sejarah kotanya, memperlakukan dengan baik dengan kearifan lokal tempat-tempat bersejarah, sehingga tetap terjaga. Harapan lain yang utama adalah dengan adanya rencana pendirian kampung wisata ini bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kualitas spiritual yang lebih baik lagi bagi Warga Gribig Malang, juga wisatawan yang datang ke Kampung Wisata Gribig Religius ini. Tetapi kita bersama juga wajib memikirkan dan melakukan analisa dan dampak lingkungan, sehingga efek negatif yang berpengaruh warga sekitar bisa diminimalisir.(Dave)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL