Peresmian Sanggar Pamelengan Paguyuban Kasepuhan Jawa Budhi Luhur

IMG-20171016-WA0015 IMG-20171016-WA0017

Blitar, Beritamadani.co.id –  Kasepuhan Jawa Budhi Luhur terletak di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, dipimpin oleh Ki Purnomo. Pada Hari Sabtu, 14 Oktober 2017, Pukul 19.00 – 24.00 WIB. Kasepuhan Jawa Budhi Luhur mengadakan acara Peresmian Sanggar Pamelengan Paguyuban Kasepuhan Jawa Budhi Luhur.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Kepala Wilayah Kecamatan Gandusari, Kapolsek Gandusari, Koramil Gandusari, Kepala Desa Gadungan, Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara, Pondok Pesantren Tlasih 87 Mojokerto, Paguyuban Lawu Surabaya, Paguyuban Tunggak Semi Krian Sidoarjo, Sesepuh Pinisepuh Ajisepuh Kediri, Blitar, Tulungagung, Malang, Surabaya, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

IMG-20171016-WA0016 IMG-20171016-WA0018

Susunan acara Peresmian Sanggar Pamelengan Paguyuban Kasepuhan Jawa Budhi Luhur, dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, santunan anak yatim, Sambutan dari Ketua LPPBN, Sambutan dari Camat Gandusari, do’a budaya, Peresmian Sanggar Pamelengan oleh Endar Soeparno, SH., MH., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Ki Aris Sugito selaku Ketua Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara menyampaikan, “Sanggar Pamelengan mempunyai beberapa filosofis yang bisa dipelajari. Salah satu atapnya berupa Limas Ndoro Gepak karena itu salah satu Ciri Khas Jawa Timur. Semboyannya Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hanna Dharma Mangrwa artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua, tidak ada keutamaan yang mendua. Dan luweh becik rebut laku bener tinimbang rebut bener (lebih baik berebut bertindak yang benar daripada berebut benar, red) yang merupakan salah satu semboyan nenek moyang kita dahulu”.

Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Camat Gandusari. Dalam sambutannya, Bambang Dwi Purwanto selaku Kepala Wilayah Kecamatan Gandusari menyampaikan, “Saya atas nama Bapak Bupati Blitar minta maaf yang sebesar-besarnya, malam ini Bapak Bupati tidak bisa hadir karena ada undangan ke Jakarta, semoga acara Peresmian Sanggar Pamelengan bisa memberikan manfaat kepada kita semua. Masyarakat Gandusari luar biasa, Masyarakatnya mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hanna Dharma Mangrwa, ada Kejawen dan ada 5 Agama yang diakui di Indonesia semua bisa guyub rukun, kekeluargaan dan gotong royong”.

IMG-20171016-WA0020 IMG-20171016-WA0021

Acara dilanjutkan dengan Do’a Budaya yang di pimpin oleh Ki Romo Lukmin. Kemudian dilanjutkan dengan Peresmian Sanggar Pamelengan Kasepuhan Jawa Budhi Luhur dengan simbolis pemotongan pita oleh Endar Soeparno, SH., MH., diiringi Tembang Macapat yang dipimpin oleh Ki Wito dan Ki Raban.

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Endar Soeparno, SH., MH., menyampaikan, “Semoga bisa menjadi cambuk, menjadi sarana untuk meneruskan cita-cita dan membangun mental spiritual dan membangun karakter para pengikutnya supaya mempunyai karakter yang toleransi bukan karakter yang tidak toleransi. Semoga ini sebagai pengejawantahan dari membangun karakter dan budi pekerti. Mudah-mudahan ini menjadi sarana untuk manembah sesuai kepercayaannya”. (Widya)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL