Pemasaran Hasil Produksi Kopi Dari Kelompok Tani Di Amstirdam Oleh Omah Kopi Jawi

IMG-20171007-WA0051 IMG-20171007-WA0054

Malang,Beritamadani.co.id – Kopi merupakan salah satu produk unggulan tanaman perkebunan di Wilayah Kabupaten Malang. Jenis kopi yang tumbuh subur dan tahan terhadap penyakit saat ini di Wilayah Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit (Amstirdam) adalah Jenis Robusta, Arabica, Exellca dan Liberica. Tanaman perkebunan ini tumbuh subur di ketinggian 300 – 1600 DPL.

Jenis kopi Robusta paling banyak ditanam oleh masyarakat kelompok petani kopi di Wilayah Amstirdam ini. Kopi Robusta tumbuh dengan subur dengan hasil optimal ditanam pada ketinggian 300-800 DPL. Kopi jenis ini cukup tahan terhadap penyakit. Jenis kedua yang banyak ditanam masyarakat kelompok tani di Amstirdam adalah kopi Exellca atau pada saat ini juga disebut coffea dewevrei atau juga petani  sering menyebut kopi nangka. Jenis kopi Exellca ini hampir bisa dapat bertahan di semua lahan perkebunan yaitu 0-800 DPL, kopi ini memiliki karekteristik akar kuat, batang yang kuat hanya saja produktifitas cukup rendah. Jenis ketiga adalah Kopi Arabica. Kopi ini tumbuh dengan baik dengan produktifitas yang tinggi bila ditanam di lahan dengan ketinggian 800-1600 DPL. Jenis terakhir yang ditanam di wilayah ini adalah Kopi Liberica. Pada ketinggian 400-600 DPL kopi ini tumbuh dengan baik hidup di dataran rendah tetapi hasil produksinya juga rendah.

IMG-20171007-WA0099 IMG-20171007-WA0098

Bila dilihat dari ketahanan terhadap penyakit seperti karat daun HV (hemelia vastatrixi), Kopi Liberica dan Exellca lebih mampu bertahan dari Kopi Arabica, tetapi tidak lebih baik dari jenis Kopi Robusta. Sehingga para petani yang tergabung di Kelompok Tani Amstirdam cenderung untuk menanam Kopi Jenis Robusta, Exellca, Liberica dan Arabica.

Produksi kopi di Wilayah Amstirdam ini dan juga wilayah penghasil kopi di Indonesia, bila dibandingkan dengan wilayah penghasil kopi di negara lain seperti di Vietnam masih cukup rendah. Kopi hasil perkebunan rakyat di Kelompok Tani Amstirdam per hektare rata-rata menghasilkan kopi sebanyak 1 Ton. Padahal di Vietnam bisa mencapai  3 Ton per hektare. Tetapi tentunya banyak faktor yang mempengaruhi hasil produksi kopi di wilayah ini. Selain karena masalah teknisi budidaya seperti sistem tanam tumpangsari juga  karena perubahan iklim.

IMG-20171007-WA0095 IMG-20171007-WA0091

Kelompok Tani di Wilayah Amstirdam ini rata-rata per kecamatan sebanyak 25-30 kelompok. Sehingga bisa diperkirakan 4 wilayah kecamatan, sebanyak 100-120 kelompok tani. Apabila dibagi berdasarkan kawasan, bisa dipilah menjadi 4 kawasan yaitu: Kawasan Bromo, Kawasan Kawi, Kawasan Arjuno dan Kawasan Semeru. Dengan total area lahan perkebunan kurang lebih  42.000 HA untuk Tanaman Kopi Robusta dan kurang lebih 500 HA untuk Tanaman Kopi Arabica. Wilayah Amstirdam bisa dikatakan termasuk Kawasan Semeru.

Hasil produksi kopi 4 kawasan ini selain dieksport juga melayani pasar domestik (local). Kopi yang disukai pasar luar negeri adalah Kopi Arabica dan untuk pasar dalam negeri adalah Kopi Robusta. Para penikmat kopi dari luar negeri menyukai sensasi rasa kopi yang sedikit lebih asam yaitu karakteristik rasa khas yang dihasilkan oleh Kopi Arabica. Tetapi untuk penikmat kopi di dalam negeri lebih menyukai cita rasa kopi yang lebih mantap tanpa sensasi asam yang berlebih, yaitu yang dihasilkan oleh Kopi Jenis Robusta.

IMG-20171007-WA0065 IMG-20171007-WA0063

Pemasaran hasil produksi kopi di 4 Kawasan di Kabupaten Malang ini, untuk melayani kebutuhan dalam negeri, juga memiliki tantangan tersendiri. Karena tentunya mendapatkan persaingan dari daerah lain penghasil kopi di Indonesia, seperti Kopi dari Sumatra, Sulawesi, Jawa Tengah dan Bali. Tetapi khusus Kelompok Tani di Amstirdam tentunya memiliki strategi pemasaran tersendiri. Selain dipasarkan ke Pasar Lokal Kabupaten Malang, juga dipasarkan ke cafe-cafe kopi di Wilayah Kota Malang, Surabaya, Bali dan Jakarta.

Seperti yang dilakukan seorang pemerhati dan pecinta kopi yang berasal dari Dampit Kabupaten Malang. Pada Bulan Juli 2017, terpanggil untuk membantu memasarkan hasil produksi kopi dari Kelompok Tani di Amstirdam Kabupaten Malang, dengan menampung, mengolah, mendistribusikan dan memasarkan langsung produk olahan kopi. Direalisasikan dengan mendirikan Omah Kopi Jawi yang terletak di Jl.Dampit-Lumajang No:49,Bumirejo.

IMG-20171007-WA0045 IMG-20171007-WA0052

Di Omah Kopi Jawi ini, disajikan berbagai hasil seduhan kopi murni kualitas premium, seperti: Kopi Robusta, Kopi Arabica, Kopi Lanang, Kopi Exellca, Kopi Liberica dan Kopi Luwak. Di cafe ini Juga disajikan produk unggulan racikan kopi hasil fermentasi yaitu Kopi Ethano (Kopi Koplak) dan produk unggulan hasil racikan dengan bahan-bahan herbal yaitu Kopi Dongkrak. Kopi Koplak mempunyai karakter rasa seperti wine yang berefect hangat bermanfaat menghangatkan tubuh, bila Kopi Dongkrak mempunyai karakter rasa seperti jamu herbal dengan manfaat untuk meningkatkan vitalitas bagi kaum pria.

Seperti yang disampaikan oleh Pak Yo, Pemilik Omah Kopi Jawi,”Omah Kopi Jawi membantu petani memasarkan hasil produksi perkebunan kopi milik rakyat, yang tergabung pada Kelompok Tani di Wilayah Amstirdam. Di tempat ini juga menyediakan hasil kopi dari petani baik yang green bean maupun kopi hasil roasting type dark city. Pengunjung Oma Kopi Jawi di sini adalah masyarakat penikmat seduhan kopi di sekitar Dampit, para turis yang lewat baik yang menuju Kota Malang maupun yang arah Kota Lumajang”.

IMG-20171007-WA0083 IMG-20171007-WA0086

“Prospek bisnis kopi ini sangat bagus, bisa dilihat banyaknya cafe-cafe penyedia kopi yang selalu ramai dikunjungi penikmat kopi, padahal mereka kebanyakan orang-orang awam yang tidak mengetahui jenis kopi dan kualitas kopi yang diminum. Bisa-bisa kopi yang disajikan adalah kopi sampah, yaitu kopi hasil sortiran yang mengandung kotoran hama kopi. Oleh karena itu untuk penyuka dan penikmat kopi yang lewat Wilayah Dampit ini bisa mampir dan menikmati hasil seduhan kopi premium di Omah Kopi Jawi. Filosofi Oma Kopi Jawi disini adalah: senajan mung sak cangkir namun bisa nambah kekancan, paseduluran, wawasan lan pendapatan” pungkas Pak Yo mengakhiri wawancara, sambil menunjukkan produk kopi berkualitas premium dari Wilayah Amstirdam.

Memang benar kualitas kopi premium akan menghasilkan citarasa kopi yang tinggi. Tetapi bila anda meminum kopi sampah, ditengarai bisa menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi cara atau proses penyeduhan dengan alat tertentu juga mempengaruhi rasa kopi itu sendiri. Untuk mendapatkan hasil seduhan kopi dengan rasa premium, seorang barista harus terus belajar mengenal alat, suhu larutan pengencer yang tepat dan teknik-teknik penyeduhan. Semakin berpengalaman seorang barista akan dapat menyajikan rasa optimal dari jenis kopi premium yang dipilih oleh penyuka dan penikmat kopi.

Peluang bisnis dari hasil olahan kopi masih terbuka lebar dengan keuntungan yang menjanjikan, sebuah contoh: bisnis keluarga seperti yang dilakukan Pak Yo dengan Omah Kopi Jawi. Keberhasilan pemasaran hasil produksi kopi memberikan dampak langsung bagi pendapatan para petani kopi, juga memberikan motivasi bagi para petani untuk tetap focus dan setia menanam kopi terutama di Wilayah Amstirdam Kab.Malang. Sebuah kerjasama yang saling menguntungkan dari para pengusaha dan para petani kopi, juga memberikan dampak kestabilan harga kopi di pasaran. (Asri Maria W)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL