Upacara Wedhar Hayuning Penataran 2016

dsc02998 dsc03024

Blitar, Beritamadani.co.id – Forum Spiritual Hindu Dharma Nusantara Kabupaten dan Kota Blitar mengadakan Upacara Wedhar Hayuning Penataran 2016, pada Hari Sabtu, 05 November 2016, di Candi Palah Penataran Blitar. Acara ini dihadiri oleh Romo Rsi, Romo Bhagawan dan perwakilan umat Hindu dari seluruh penjuru nusantara. Dan dipuput Sapta Romo Rsi dan Romo Bhagawan dari Jawa dan Bali.

Sekitar Pukul 08.30WIB, acara doa bersama dibuka oleh Yuliana, selaku Ketua Panitia Upacara Wedhar Hayuning Penataran 2016. Yuliana menyampaikan bahwa, “Peserta yang menghadiri acara ini sekitar 5000 orang. Terdiri dari berbagai daerah di Indonesia misalnya dari Bali, Ambon Maluku, Makasar, Papua, NTT, Kalimantan, Sumatra, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Yogyakarta, Madura, Malang, Lumajang, Tenger Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, Madiun, Magetan, Nganjuk, Trenggalek, Tulunggung, Blitar, Kediri, Sidoarjo, Jombang, dll. Panitia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Blitar serta Pemerintah Pusat yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Selain itu panitia juga berterima kasih kepada komunitas-komunitas yang telah ikut serta mendukung acara ini”.

Kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Romo Lukmin. Selanjutnya diadakan ritual penanaman pohon Mojo di sekitar Candi Penataran, yang juga dipajang photo Bung Karno dan Gajah Mada yang dikalungi ronce bunga melati, yang mempunyai arti bahwa perjuangan pada Zaman Majapahit disemangati oleh Gajah Mada dan untuk perjuangan saat ini disemangati oleh Bung Karno. Kemudian dilanjutkan dengan acara ritual mengelilingi Candi Penataran sebanyak 3 kali dan selanjutnya naik ke atas. Acara ritual tersebut dipimpin oleh seorang Wiku.

dsc03036 dsc03052

Peserta dari masing-masing daerah membawa air suci dan tanah yang dikeramatkan di daerahnya yang kemudian disatukan dan airnya dijadikan satu dan dimasukan ke dalam 9 gentong air. Ritual tersebut mempunyai maksud agar kesatuan dan persatuan NKRI tetap terjaga. Kemudian air tersebut dipercikan kepada peserta upacara. Setelah ritual selesai dilanjutkan dengan sambutan dari Dirjen PHDI (Persatuan Hindu  Dharma Indonesia) yang diwakili oleh Romo Jero Mangku Astono.

Dalam sambutannya Romo Jero Mangku Astono, selaku wakil dari PHDI pusat, menyampaikan, “Lima tahun yang lalu untuk pertama kalinya dilaksanakan Wedhar Hayuning Penataran dengan tema pangruwating bumi. Hari ini setelah lima tahun yang lalu kita kembali berkumpul di sini mengadakan Wedhar Hayuning Penataran 2016, dengan tema memohon kedamaian dan kerahayuan nusantara. Saya selaku perwakilan PHDI pusat menghaturkan banyak terimakasih atas terselenggaranya Upacara Wedhar Hayuning Penataran 2016 yang sangat luar biasa, disaksikan oleh para Dewata dan para leluhur Nusantara. Dengan harapan kedepannya kejayaan Hindu kembali merebah”.

Dilanjutkan sambutan dari Kolonel Inf. Purnawirawan I Nengah Dana (Pengurus PHDI Pusat,red). Beliau menyampaikan, “marilah kita membangun persahabatan menuju perdamaian dunia. Karena itu kami mohon janganlah ragu-ragu mengamalkan nilai luhur ini. Hanya dengan persatuanlah kita bisa maju ke depan meraih kejayaan. Terutaman kepada seluruh para pemimpin bangsa ini dalam posisi apapun sedang berada berfikirlah tentang ke Indonesiaan, tentang Nusantara jangan sampai terpecah belah oleh tembok-tembok kedaerahan yang tinggi”.

dsc03032 dsc03042

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Mangku Marsuf, salah satu peserta upacara dari Bontang Kalimantan menyampaikan, “Selama saya mengikuti acara ini saya mendapatkan kedamaian. Tujuan untuk mengikuti upacara supaya kita mendapatkan kedamaian, kerahayuan baik untuk umat nusantara maupun umat Hindu yang ada di seluruh Nusantara”.

Ditempat terpisah Awak Beritamadani.co.id, mengkonfirmasi Yuliana, Pengurus PHDI Blitar, menyampaikan, “Tujuan upacara ini yang namanya Simakrama Wedha Nusantara Wedhar Hayuning Penataran Tumuju Manggoloning Sedya Kukuhing Jagad Nuswantoro. Upacara Krama Wedha sejak pada Zaman Singosari Majapahit itu sudah dilakukan. Simakrama artinya bertemu, wedha dengan cara mantra-mantra weda mohon kerahayuan bakti kepada Tuhan kepada leluhut. Agar kita mendapatkan wahyu keanugrahan berupa ilmu pengetahuan, rasa damai, rasa kebersamaan sehingga intinya upacara memohon kerahayuan jagat Nusantara”.

Acara Upacara Wedhar Hayuning Penataran 2016 ini, berlangsung dengan khidmad dan tertib sampai acara selesai. Keseluruhan acara ritual selesai Pukul 11.30 WIB. (Made Sumadi)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL