Panduan Sederhana Bagi Guru Tentang Strategi Pembelajaran Untuk ABK Dalam Setting Kelas Reguler

img-20161029-wa0002 img-20161029-wa0001

Malang, Beritamadani.co.id – Siswa berkebutuhan khusus, pastinya akan banyak ditemukan di setiap kelas atau rombongan belajar dalam sebuah sekolah. Kebanyakan dari guru-guru pasti akan mengeluh bahkan berfikir lebih keras dari biasanya, jika menemukan siswa yang berkebutuhan khusus. Karakter siswa yang bermacam-macam sudah seharusnya menjadi tanggung-jawab guru, agar pembelajarannya selalu dapat mengakomodasi semua siswanya.

Semua siswa, tidak terkecuali siswa berkebutuhan khusus, akan terus belajar dan berkembang, meskipun mungkin lebih lambat daripada siswa kebanyakan. Dengan terus diajari keterampilan utama untuk belajar, seperti membaca dan menulis, kebutuhan khusus mereka lambat-laun akan berkurang.

Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang lebih sederhana dan modern, guru dapat membantu siswa agar semakin mengandalkan kemampuannya sendiri. Meskipun siswa berkebutuhan khusus mungkin memerlukan bantuan dan bimbingan selagi mereka masih mempelajari keterampilan belajar, tujuan utamanya adalah membawa mereka menjadi lebih mandiri.

“Strategi pembelajaran seperti apa yang akan kita lakukan supaya siswa berkebutuhan khusus dapat belajar di ruang kelas biasa?”, dengan melakukan  perubahan pada lima hal : 1.Materi dan cara pengajaran, 2.Tugas dan penilaian di kelas, 3.Tuntunan waktu dan penjadwalan, 4.Lingkungan belajar, 5.Penggunaan sistem komunikasi khusus

Harapan berprestasi akan selalu ada bagi siswa berkebutuhan khusus. Dimana siswa berkebutuhan khusus dapat diajari konsep dan keterampilan yang sama dan ditantang untuk memenuhi standar yang sama tingginya dengan teman mereka yang mengikuti program reguler. Dapat diharapkan dari siswa berkebutuhan khusus menampilkan apa yang dapat mereka ketahui dan lakukan. Strategi pembelajaran yang diterapkan harus dapat dapat bermanfaat bagi semua siswa di kelas.

Siswa berkebutuhan khusus sering mengalami kesulitan dalam hal : a.Mengetahui cara menyusun informasi agar bermakna, b.Mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya, c.Mengingat informasi dalam jumlah besar, d.Menguraikan konsep belajar yang kompleks, e.Menemukan cara memahami konsep abstrak, f.Menganalisis informasi untuk mengambil kesimpulan dan menyelesaikan masalah atau mengenali hubungan,g.Meyakini bahwa mempelajari informasi yang diajarkan di sekolah itu penting atau perlu

Beberapa saran mengenai cara melakukan strategi pembelajaran yang tepat, dengan cara membuat instruksi lebih efektif.

 1) Berfokuslah pada hal-hal inti. Guru dapat membantu murid lebih mudah belajar, dengan  memahami apa hal inti dari materi yang perlu diketahui atau mampu dilakukan murid setelah suatu pelajaran selesai.

2) Gunakan langkah dan strategi yang jelas. Guru dapat membantu murid lebih mudah mempelajari konsep atau keterampilan baru, dengan cara mengajari mereka mengikuti serangkaian prosedur atau langkah.

“Bayangkan diri Anda sebagai pelajar pemula. Apakah Anda akan mampu menggunakan strategi yang dilampirkan?Anda dapat memodifikasi materi untuk menamhahkan strategi atau mengubah materi yang ada. Menemukan strategi yang pas bukanlah tugas mudah. Anda mungkin harus mengujinya pada murid-murid dan merevisinya kalau tidak cocok”.

3) Memberikan bantuan sementara. Semua murid mungkin memerlukan sedikit bantuan ketika mereka pertama mempelajari konsep atau keterampilan baru.

Bantuan sementara bisa berupa hal-hal seperti: a.Petunjuk lisan, b.Menstabilo informasi atau diagram secara visual, c.Jenis bantuan lain yang digunakan murid untuk mulai membangun pengetahuan dan kecakapan mereka dalam sebuah keterempilan.

4) Kaitkan hal yang sedang dipelajari dengan pengetahuan latar.  Kemampuan memahami informasi baru sering bergantung pada seberapa mudah dan efektif sang murid mampu mengaitkannya pengetahuan mereka sendiri. Membantu murid melihat bagaimana pengetahuan atau keterampilan baru itu bersesuaian dengan apa yang pernah mereka alami atau pahami akan membuat mereka jauh lebih mudah mepelajarinya. Jika murid tak memiliki pengetahuan-latar yang diperlukan, maka guru harus memberi instruksi supaya mereka memiliki pengetahuan awal yang penting ini.

Contoh Teknik-teknik yang dapat digunakan :a.Gunakan sinonim atau antonim untuk membandingkan. “Ini sama dengan.. Ini berlawanan dengan…” , b.Gunakan perbandingan sederhana atau luas, “Awan, berputar dalam badai tropis seperti air ketika menyurut ke lubang, c.Berilah contoh simbolis untuk membantu, membentuk citra mental. “Piramida panduan makanan adalah salah satu cara merencanakan makanan kita, d.Gunakan contoh atau kisah pribadi untuk membuat asosiasi. “Saya pertama mulai memahami cara kerja peta ketika saya merencanakan perjalanan untuk mengunjungi rumah nenek saya, e.Kaitkan konsepnya dengan kisah atau skenario fiksi. “ Kisah Romeo dan Juliet membantu kita memahami bagaimana konflik keluarga dapat…”.

5) Ulangi pelajaran agar murid fasih dan mampu melakukan generalisasi. Pengulangan sangatlah penting untuk generalisasi dan pembelajaran yang fasih, terutama untuk murid berkebutuhan khusus. Murid memerlukan beragam kesempatan untuk melatih apa yang sudah dipelajari. Banyak murid kesulitan menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang baru diperoleh ini, jadi mengulangi itu sangat penting.

Contohnya :

  • Pembelajaran akan meningkat jika pelajaran sering diulang. Jika ujian dan ulangan dilakukan berkali-kali, murid akah semakin sadar tentang perbuatan mana yang sudah benar dan mana yang perlu mereka ubah.
  • Pembelajaran akan meningkat melalui umpa balik yang dirancang dengan baik. Umpan balik juga menyadarkan murid tentang perbuatan mana yang sudah benar dan mana yang perlu mereka ubah. Umpan balik juga membantu murid memahami cara mendeteksi dan mengoreksi kesalahan mereka secara mandiri. Umpan balik positif murid untuk mencoba lebih giat dan bertekun lebih lama pada tugasnya.

img-20161029-wa0004 img-20161029-wa0000

Beberapa saran strategi pembelajaran yang tepat bagi guru dalam setting kelas reguler jika terdapat siswa atau anak berkebutuhan khusus

Strategi untuk mereka yang tak bisa membaca dengan baik. Cobalah dengan cara-cara berikut:

  • Sorotlah hal-hal penting dalam teks. Suruh murid membaca hal-hal ini lebih dahulu.
  • Berilah daftar kosakata penting.
  • Suruh murid membaca ringkasan atau tujuan lebih dahulu.
  • Suruh murid membaca pertanyaan dulu, baru mencari jawabannya.
  • Berikanlah lembar kerja atau panduan belajar yang dapat diikuti saat dia harus membaca mandiri.
  • Gunakan diagram, gambar, dan kegiatan langsung untuk mendukung pemahaman konsep abstrak atau informasi kompleks.
  • Biarkan murid menggunakan kertas- tempel atau pensil yang dapat dihapus, untuk memadai hal-hal penting dalam buku-teks.
  • Biarkan murid menggunakan buku yang ditulis untuk kelas yang lebih rendah. Ini akan membantunya lebih memperhatikn gagasn utama

Jika terdapat siswa berkebutuhan khusus yang mungkin memahami informasi saat ia mendengarkannya tetapi tidak mampu membaca materi yang diperlukan untuk tugas sekolah.

Cobalah dengan cara berikut ini:

  • Berikanlah versi audio materi tersebut. Gunakan audiobook atau mintalah seorang asisten, relawan, atau murid lain membuat rekamanya.
  • Gunakan kaset vidio atau film yang menampilkan informasi yang sama.
  • Gunakan teknologi komputer untuk mengubah kata tercatat ke ucapan.
  • Suruhlah seorang anak lain berperan sebagai’’sobat belajar’’ membacakan keras-keras buku teks atau materi cetakan lainnya.

Strategi untuk Murid yang Mengalami Kesulitan dengan Konsep dan Proses Matematis. Cobalah cara berikut:

  • Biarkan murid menggunakan materi dan manipulatif konkret untuk menjelajahi dan mempelajari konsep matematis.
  • Gunakan model berbasis-komputer untuk menyajikan konsep matematis.
  • Biarkan murid melatih keterampilan dengan menggunakan instruksi berbasis-komputer.
  • Biarkan murid menggunakan kalkulator untuk tugas menghitung rutin.
  • Biarkan murid menggunakan grafik atau tabel yang berisi fakta matematika dasar.
  • Warnai kata-kata kunci dalam soal cerita matematika.
  • Biarkan murid menggunakan diagram-aliran untuk merencanakan strategi guna menyelesaikan masalah.

Strategi untuk Murid dengan Keterbatasan Kemampuan Menulis. Masalah menulis dapat disebabkan oleh dua hal:

  • Kesulitan menulis karena kontrol dan koordinasi otot tangan.
  • Ketidakmampuan mengekspresikan bahasa yang menyebabkan murid sulit untuk menemukan kata, membentuk kalimat, mengelompokan pikiran, atau menggunakan aturan tata bahasa dan ejaan standar.

Jika murid memiliki kesulitan menulis karena masalah kontrol dan koordinasi, cobalah hal-hal berikut:

  • letakan titik di bagian kiri atas kertas untuk membantu murid mengingat di mana harus mulai menulis.
  • Berikan murid kopi catatan atau petunjuk tugas.
  • Biarkan murid menulis langsung di buku kerja atau dikopi kehalaman buku kerja.
  • Biarkan murid menggunakan pengolah kata atau mesin tik.
  • Biarkan murid mendiktekan pekerjaannya kepada asisten pengajar atau rekannya yang akan menuliskannya.
  • Biarkan murid menciptakan rekaman audio/video tentang tanggapannya terhadap tugas dikelas.
  • Biarkan murid menggunakan alat-alat untuk adaptasi: jepitan pensil, penahan pena atau pensil, atau pena yang tidak bisa dihapus.
  • Periksa apakah lembar kerja memiliki ruangan cukup untuk menulis jawaban.
  • Berikan murid dua kopi lembar kerja, satu untuk digunakan sebagai rancangan atau draft dan satu lagi dikumpulkan.
  • Biarkan murid menggunakan kertas grafik untuk menulis soal berhitung untuk membantu melurusakan angka-angka.
  • Gunakan kertas khusus dengan indikator garis atau kode warna tertentu.
  • Kurangi panjang tugas tertulis atau berikan waktu lebih.

Jika murid memiliki kesulitan untuk menulis karena kelainan ekspresif yang menyebabkan dia sulit menggungkapkan pikirannya, cobalah hal-hal berikut:

  • Biarkan murid menggunakan kamus (berupa buku atau prigram kompurter) untuk menemukan kata yang akan ditulis atau diucapakan.
  • Biarkan murid menggunakan program komputer prediksi kata khusus yang membantu dan mengantisipasi apa yang murid coba menuliskan.
  • Berikan murid batasan terstruktur atau pengatur grafis untuk membantu merencanakan tugas tertulis atau presentasi verbal.
  • Biarakan menggunakan program pengolah gambar atau kata untuk merencanakan ide-ide sebelum menulis.

Jika murid memiliki kesulitan menulis karena mimiliki masalah dengan tata bahasa dan ejaan, cobalah hal-hal berikut:

  • Biarkan murid untuk menggunakan kamus atau ejaan elektronik.
  • Biarkan murid tersebut mendapatkan bantuan dari mitra murid atau asisten guru dalam proses revisi.
  • Biarkan murid menggunakan alat pemeriksa ejaan atau tata bahasa dalam program komputer pengolah kata.
  • Urutkan hal-hal dan mekanik secara terpisah dalam penugasan yang memerlukan ekspresi tertulis.
  • Berikan murid kesempatan untuk mengoreksi kesalahan ejaan dan tata bahasa yang telah diperiksa.

Tips menolong murid istimewa dengan kepercayaan diri:

  • Selalu ingat bahwa seorang guru memiliki pengaruh yang amat penting dan bersifat jangka panjang terhadap murid-murid mereka.
  • Mendorong kepercayan diri di kelas berkaitan erat dengan meningkatnya motivasi dan pembelajaran.
  • Strategi untuk menumbuhkan rasa kepercayan diri bisa di pengaruhi secara bersamaan dengan belajar kemampuan akademik dan kebutuhan akan tambahan waktu bagi guru. Fokus pada kepercayan diri bisa menimbulkan lingkungan pengajaran yang lebih menyenangkan dan memuaskan.
  • Membantu murid-murid merasa bahwa mereka diterima di sekolah itu.
  • Berikan mereka tanggung-jawab yang cocok dengan kemampuam mereka supaya mereka dapat melihat diri mereka memiliki kontribusi berarti dan membuat suatu perbedaan di dalam kelas, bahkan jika itu sesuatu yang tampak kecil/sepele, seperti menyirami tanaman.
  • Menawarkan pada mereka kesempatan untuk membuat pilihan-pilihan dan keputusan dan memgatasi persoalan mereka.
  • Mengkomunikasikan dorongan dan feedback positif.
  • Kerusakan pada kepercayaan diri dapat terjadi ketika murid-murid merasa direndahkan, diacuhkan atau dituduh sebagai pemalas, pengganggu, atau buruk ketika mereka berusaha memahami apa yang sedang diajarkan.
  • Memfokuskan pada kekuatan anak kalau memungkinkan.
  • Membuat tugas-tugas yang realitis dan dapat dikerjakan sehingga anak dapat merasakan kesuksesan.
  • Menghindari penggunaan kata-kata sarkasme dengan anak-anak, mengingat sebagian besar anak tidak dapat mengerti dengan baik dan seringkali menyalahartikan. Hal ini terutama amat penting bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus.
  • Ketika mendiskusikan suatu tema atau permasalahan, hindari mengungkit-ungkit kesulitan-kesulitan di masa lalu.
  • Memahami kesalahan adalah suatu hal yang pasti dan penting sebagai bagian dari proses pembelajaran. Gunakan kesalahan sebagai kesempatan untuk mengajar, bukan kesempatan untuk mempermalukan.
  • Bantulah anak meraih hal-hal yang ia anggap penting sebagaimana hal-hal yang kamu sendiri anggap penting.
  • Cari peluang untuk menawarkan pilihan-pilihan untuk membiarkannya melatih kemampuannya dalam mengambil keputusan.
  • Ingatlah bahwa perhatian yang tulus sering kali lebih efektif dari pada pujian. tampilkan perhatian yang murni dan terdalam pada diri anak.

Sahabat Madani, demikianlah panduan sederhana strategi pembelajaran untuk ABK dalam setting kelas reguler. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu kembali ditulisan selanjutnya.

Penulis: Firdiani Yuliana, S.Psi

Daftar Pustaka :

1.Marlow, M., & Disney, G. (in press). Torey Hayden’s teacher lore: Classroom anagement of children with emotional and behavioral disorders. Teachers and Teaching: Theory and Practice.

2.Marlow, M., Disney, G., & Wilson, K. (2004). Classroom management of children with emotional and behavioral disorders: A storied model: Torey Hayden’s One Child. Emotional an Behavioral Difficulties, 9, 99-114).

(Diterjemahkan oleh Abdul Mukti, Direktorat TK SD Jakarta)

3.Dr. H. Agus Supriatna, M.Pd. Teknik Pembelajaran Membaca, menulis, dan berhitung. P4TK dan PLB Bandung 2014.

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL