Komunitas Garuda Mukha Mengadakan Grebeg Suro, Kirab Pusaka, Kirab Budaya Dan Seni Budaya

6 5

Kediri, Beritamadani.co.id – Untuk memperingati datangnya Bulan Muharram setiap daerah mempunyai cara masing-masing. Bisa dengan mengadakan grebeg suro, kirab pusaka, kirab budaya dan juga pagelaran seni budaya, seperti yang diadakan oleh Komunitas Garuda Mukha Kota Kediri, yang beralamatkan di Jalan Erlangga 22-26, Kota Kediri.

Komunitas Garuda Mukha mengadakan beberapa rangkaian acara mulai dari jamasan, kirab pusaka dan gelar seni budaya sejak Sabtu malam, Tanggal 1 Oktober 2016, Pukul 00.00 Wib sampai dengan Senin, 03 Oktober 2016, Pukul 04.00 Wib.

Saat dikonfirmasi Awak Beritamadani.co.id, Gendut Suyanto (Salah satu Panitia Grebeg Suro,red) mengatakan, “Acara Grebek Suro akan dilaksakan sekitar Pukul 24.00 Wib dan akan dihadiri  sekitar 500 orang dari berbagai daerah, seperti warga Kota dan Kabupaten Kediri, Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Ponorogo, Magetan dan daerah lainnya”.

12 13

Ditempat terpisah Awak Beritamadani.co.id menemui Juru Kunci Prabu Anom Desa Doko, Ki Laminem Djoyo Ngulana menyampaikan, “Menurut hitungan Jawa, tahun ini adalah Tahun Dje, Condro Senggoro, Wuku-nya Julung Wujud, jatuh pada hari  Minggu Kliwon, disebut Tahun Mimi (tahun Cuyu) maksudnya hujannya cukup sedang dan cukup untuk pertanian serta tanaman bisa tumbuh dengan baik”.

Acara dimulai Jam 00.00 Wib, diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Resi Tunggul Pamenang, secara khidmad serta lampu-lampu dimatikan sejenak. Setelah selesai Ki Resi Tunggul Pamenang memberikan pemercikan air suci kesemua peserta yang hadir (baik yang di halaman dalam maupun di halaman luar,red) dan dilanjutkan dengan acara selamatan bersama-sama. Pagi harinya Tanggal, 2 Oktober 2016, Pukul 08.00 Wib, sebelum acara kirab dimulai dilakukan doa bersama setelah itu dilakukan Tarian Budaya Srimpi, kemudian acara membunyikan Pecut oleh Juru Gambuh Jaranan.

 8 9

Kirab dilepas oleh Ki Tunggul Pamenang diawali dengan Barisan Komunitas Saka (Anak Pramuka dari Kota Kediri) Barisan Pembawa Bendera Merah Putih dan barisan pembawa tumbak pusaka kemudian, Wayang Kulit Ki Lurah Semar setinggi kurang lebih 6 meter, diiringi oleh para pinisepuh dan wiku. Dikirab keliling yang dilanjutkan oleh peserta kirab lainnya. Dalam acara tersebut dikandung maksud khususnya Kota/Kabupaten Kediri aman tentram damai sentosa  dan juga Negara Rupublik Indonesia. Kirab dilaksanan diawali dari Erlangga dilanjutkan ke perempatan Sri Ratu ke selatan, perempantan Pasar Setono Betek ke Timur melewati Pasar Pahing, LDII pertigaan ke kiri sampai pertigaan Stadion Brawijaya Jalan Pahlawan dan diakhiri di Posko Erlangga Jam 11.00 Wib.

Kirab memakan waktu kurang lebih 3 jam yang diikuti oleh perserta sekitar 500 orang, antara lain, berbagai komunitas Jaranan baik dari Kota/Kabupaten Kediri, Reog Ponorogo 3 Gagrak, selebihnya Reog dari Kabupaten Kediri. Yang sempat memukau Ki Tunggul Pamenang adalah tarian Ganongan atau Pujang Ganong yang dilakukan oleh anak-anak SD yang membuat Ki Tunggul Pamenang memberi saweran pada setiap penari. Siang harinya ada pemusik Lesung dengan tembang daerah dilanjutkan Jaranan dari Tinalan sampai sore hari dan malam harinya diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk (Selesai Hari Senin, 03 Oktober 2016, Pukul 04.00 Wib) dengan Ki Dalang Margono, yang dibantu oleh 10 dalang, dikandung maksud agar budaya daerah tidak punah perlu dilestarikan. (Made Sumadi)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL