Pantai Ungapan Dan Bajul Mati Kabupaten Malang Idul Fitri H+7 Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan

IMG_20160713_133406 IMG_20160713_133418

Malang, Beritamadani.co.id – Salah satu Destinasi Wisata Pantai di Kabupaten Malang, cukup banyak. Salah satunya wisata pantai  yang memiliki hamparan pasir sederet, yaitu Wana Wisata Pantai Ungapan, Bajulmati dan Bengkung. Terletak diantara Destinasi Wisata Pantai Goa China dan Bale Kambang. Pantai Ungapan dan Bajulmati apabila diukur dengan odometer kendaraan, jarak tempuhnya 75 Km, dari Lapangan Rampal Kota Malang.

Gugusan pulau kecil di tepi Pantai Ungapan dan Bajulmati, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik. Ditambah hamparan pasir yang putih sepanjang 2.5 Km, memudahkan wisatawan untuk melihat hempasan gelombang, gunung dan perbukitan di sekitar pantai. Selain itu diantara pepohonan yang ditanam berjarak ditepi hamparan pasir, terdapat gasebo dan tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Bila tempat duduk kurang, wisatawan bisa duduk-duduk, menggunakan alas tikar di bawah pohon pandan.

Fasilitas infrastruktur pendukung di Pantai Ungapan dan Bajulmati ini, mungkin bila melihat beberapa tahun yang lalu sudah terasa cukup. Tetapi apabila melihat perkembangan saat ini masih dirasa kurang, seperti: 1.Kondisi Toilet Umum, 2.Pengumuman Dilarang Berenang Di Laut, 3.Signed Kebersihan, 4.Tempat sampah, 5.Tanda Parkir Roda 4.Gasebo dan tempat duduk, sudah waktunya untuk penggantian, 5.Kebersihan pantai masih kurang.

IMG_20160713_123326 IMG_20160713_124708

Pengamanan untuk wisatawan yang menikmati ombak dan bermain di tepi pantai, di Pantai Ungapan dan Bajulmati, disuport oleh Pantai Selatan Rescue(PSR), sukarelawan lokal dibawah pelatihan dan binaan TNI AL, yang bermarkas di Sendang Biru, Kabupaten Malang.

Seperti disampaikan oleh Hari, Pengawas dari Anggota TNI AL kepada Awak Beritamadani.co.id.”Penjaga pantai di sini disuport oleh warga sekitar dengan pelatihan dan pembinaan dari TNI AL”. “Dari Pantai Nganteb sampai dengan Pantai Sendangbiru, yang ada dibawah pengelolaan Perhutani KPH Malang sudah melakukan pelatihan sebanyak  90 org, dari 35 Pantai yang terealisasi 15 Pantai, jadi setiap pantai telah dijaga oleh sukarelawan masing-masing 2 orang, pengawas dari TNI Al sebanyak 7 personil”.”Kita selalu mengingatkan kepada seluruh pengunjung untuk selalu berhati-hati, jangan sampai terlena, karena ombak dikira satu kali, padahal ombak besar mengintai di belakangnya”.”Bila terjadi LAKA laut yang menemukan pasti teman-teman PSR, bukan pihak SAR yang lain”.”Sekarang apabila menemukan korban, langsung kita bawa ke kantor di Sendangbiru, sehingga tidak ada biaya lain-lain”.

Komentar juga disampaikan oleh Sukarelawan Penjaga Pantai Ungapan dan Bajulmati, Susrono, menyampaikan kepada Awak Beritamadani.co.id.”Saya sudah lima tahun menjadi relawan di sini, banyak kejadian korban terbawa ombak, tetapi orang-orang yang berwisata tidak kapok-kapok”.”Saya tidak tahu, mengapa orang-orang sudah dikasih tulisan dilarang berenang di pantai masih membandel apakah memang buta huruf ya…”.”Pernah ada kejadian korban meninggal karena terseret ombak, seakan-akan penjaga pantai yang disalahkan”. Perlu diketahui juga bahwa sukarelawan penjaga pantai seperti beliau ini hanya dibayar harian. Seperti pada hari libur dibayar bila menjaga Hari Sabtu dan Minggu, bila Libur Idul Fitri dibayar selama 7 hari dan penjagaan di tahun baru hanya 2 hari.

Disela-sela memantau kebandelan wisatawan yang bermain ombak, beberapa saat kemudian sudah terdengar peluit peringatan dari penjaga pantai memerintahkan wisawan yang berenang untuk menepi, Awak Beritamadani.co.id, menyempatkan bertanya kepada sekelompok gadis-gadis yang berselfie ria di tepi pantai. Lia, dari Buring, Kota Malang, komentarnya: ”Saya bersama rombongan teman-teman sekolah berwisata ke sini untuk memanfaatkan sisa liburan, kebetulan kita punya teman di sekitar sini, tanggal 18 Juli, kita sudah masuk sekolah”, pungkas Lia, sembari mengajak berfoto bersama.

Kemudian Tim Beritamadani.co.id, melanjutkan pantauan ke arah Pantai Balekambang, menyusuri Jalan Lingkar Selatan yang telah jadi. Wisatawan yang menuju Pantai Balekambang cukup banyak sehingga menyebabkan kemacetan, karena lebar jalan yang masih sempit dan sebagian rusak, arah ke Malang. Semoga pemerintah secepatnya melebarkan Jalan Malang-Balekambang dan Malang-Sendangbiru, karena masih sempit dan menyusahkan wisatawan yang menggunakan roda 4 bila saling berpapasan. (Diana)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL