Berbuka Bersama Dan Memberi Santunan Bagi Anak Yatim Non Panti Di Kecamatan Kepung

DSC00626 DSC00633

Kediri, Beritamadani.co.id – Camat Kepung mengadakan buka bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim (non panti), yang berada di Sekitar Wilayah Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Pada Hari Minggu, 26 Juni 2016, bertempat di Pendopo Kecamatan Kepung.

Seiring dengan waktu, berjalannya Bulan Ramadhan tahun ini dan 10 hari lagi Hari Raya Idul Fitri, Hariyono selaku Camat Kepung di Bulan Maghfiroh ini, menyempatkan waktunya untuk berbuka puasa dan memberikan santunan kepada anak yatim (non panti), yang jumlahnya 30 anak,yang berasal dari Desa-desa se Kecamatan Kepung. Yang dikoordinir oleh Kasun, mulai dari Desa Kepung, Siman, Krenceng, Besowo, Kencong, Damar Wulan, Kebon Rejo dan Kampung Baru.

Disela-sela acara, Camat Kepung memberi santunan kepada anak yatim (non panti) di Pendopo Kecamatan Kepung, turut serta anak muda-mudi yang mengaku dari Komunitas Daihatsu, yang menamakan diri Komunitas Dragen. Suasana terlihat tambah meriah dan sangat menyenangkan. Karena anak-anak yatim se Kecamatan Kepung, yang berkumpul di Pendopo Kecamatan Kepung, juga mendapat suport dari Komunitas Dragen. Ketua Komunitas Daihatsu-Dragen ini juga menghibur anak yatim (non panti) dengan beberapa kuis tema pendidikan dan memberikan motivasi untuk mewujudkan cita-citanya.

DSC00631 DSC00642

Diakhir acara, Wartawan Beritamadani.co.id, menghampiri Camat Kepung , pernyataan dari Camat Kepung adalah:“Saya mengajak anak yatim berbuka puasa bersama dan menyantuni anak yatim di pendopo ini, tujuannya hanya ingin di Bulan Ramadhan ini mendapat Berkah dan Barokah di Bulan Ramadhan dan Malam Lailatul Qadar, itu saja dan tidak ada unsur apa-apa”.

Hariyono juga mengatakan:“Seiring waktu berjalan,warga juga masih resah dengan adanya truk-truk pasir dari arah Puncu yang lewat Kepung dengan muatan bekapasitas berat  diatas 5 Ton, membuat jembatan yang dekat SD Jatisari ambles dan aspalnya mengelupas,dengan adanya acara ini semoga Kades, Kasun, Cutat pasir,dan terutama  angkutan pasir terbuka hatinya”. “Karena ulah yang mereka lakukan telah merusak jalan dan Jembatan Desa Jatisari, sehingga kondisi jalan ambles dan mengelupas”. “Dan ini usaha terakhir kami karena sosialisasi berkali-kali tidak berhasil”.(Muji Wahyono)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL