Harapan Masyarakat Desa Krecek, Badas, Kab. Kediri adanya ADD

krecek lurah

Kediri, Beritamadani.co.id – Dusun Balong Manyar merupakan salah satu Dusun yang ada di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Di Dusun ini ada peninggalan Zaman Belanda berupa jembatan yang menghubungkan pemukiman warga ke lahan pertanian. Sayangnya akses jalan terganggu karena strukutr jembatan rusak parah. Sehingga para petani kesulitan untuk mengangkut hasil pertaniannya.

krecek 1

Krisbanu, selaku Kepala Desa Krecek menuturkan, “Kalau seandainya uang ADD turun, wacananya sebagian anggaran akan digunakan untuk memperbaiki jembatan yang berada di Dusun Balong Manyar. Kalau jalannya baik, kualitas hasil produksinya baik, maka harga produksi akan naik dan harga tanah juga meningkat. Karena jembatan ini merupakan akses jalan utama yang menghubungkan Dusun Mulyorejo dan Dusun Nepen”. “Sejak dulu perikanan disini maju bukan hanya untuk pembibitan saja namun juga untuk konsumsi”.   ” Jalan ini dulu Peninggalan Belanda pada Tahun 1942, kemudian di gunakan sebagai lahan pertanian dan ditanami tebu”.” Sekarang tanah itu ditanami padi, palawija dan tebu”. “Anggaran Dana Desa rencananya selain untuk meningkatkan produksi pertanian juga untuk memperbaiki infrastruktur”, imbuh Krisbanu.

 

Komentar yang positif juga dari salah satu warga Dusun Balong Manyar ,Prapto, yang di sampaikan kepada Beritamadani.co.id, “Saya sangat senang dengan adanya wacana pembangunan jembatan ini, sehingga mempermudah akses menuju lahan pertanian”.

Ditempat terpisah, Wartawan Beritamadani.co.id, menemui Suyatno salah satu warga Dusun Bumi Rejo, Desa Krecek, Suyatno mengutarakan harapannya, “Sesuai dengan janji Kepala Desa yang terdahulu, jalan menuju pemukiman warga yang sudah sejak lama hanya berupa tanah akan di asphalt tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya”. “Kami Warga Dusun Bumi Rejo sudah sangat tertinggal di banding dengan dusun yang lain”. “Harapan kami Kepada Bapak Kepala Desa Krecek yang sekarang, sebelum Hari Raya Idul Fitri  ini, jalan dusun kami sudah di aspal”. “Tetapi kalau seandainya baru bisa di makadam, ya tidak apa-apa sementara di makadam dulu baru nantinya di aspal, yang penting jalan tidak becek”. (Muji Wahyono)

Share This:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Positive SSL